Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Seorang pejabat tinggi intelijen militer Rusia ditembak dan terluka di Moskow, Jumat (6/2/2026). Insiden ini menambah daftar panjang serangan terhadap perwira senior Rusia sejak perang Ukraina pecah pada 2022.
Korban adalah Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev, Wakil Kepala Direktorat Intelijen Militer Rusia (GRU). Penyerang yang belum diketahui identitasnya melepaskan beberapa tembakan di gedung apartemen tempat Alexeyev tinggal sebelum melarikan diri.
Alexeyev (64) segera dilarikan ke rumah sakit dan dilaporkan dalam kondisi serius. Menurut harian Kommersant yang mengutip sumber penegak hukum, Alexeyev mengalami luka tembak di lengan, kaki, dan dada setelah sempat terjadi perkelahian dengan pelaku.
Baca Juga: Rusia Tuduh Ukraina Tewaskan 24 Warga Sipil dalam Serangan Drone Tahun Baru
Sebagai Wakil Kepala GRU, Alexeyev disebut terlibat langsung dalam operasi militer Rusia di Ukraina. Atas jasanya, Presiden Vladimir Putin pernah menganugerahinya gelar Pahlawan Rusia.
Alexeyev lahir di Ukraina ketika negara itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Ia masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat terkait dugaan campur tangan siber Rusia dalam pemilu AS 2016.
Uni Eropa juga menjatuhkan sanksi kepadanya atas kasus peracunan mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury, Inggris, pada 2018.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuding Ukraina berada di balik upaya pembunuhan tersebut. Ia menyebut serangan itu sebagai upaya menggagalkan pembicaraan damai, meski tidak menyertakan bukti. Pemerintah Ukraina belum memberikan tanggapan resmi.
Baca Juga: Harapan Perdamaian Meredup Usai Rusia Tuduh Ukraina Coba Serang Kediaman Putin
Sejak perang dimulai, intelijen militer Ukraina beberapa kali mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan sejumlah perwira senior Rusia, yang sebagian namanya tercantum dalam daftar musuh Ukraina.













