Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Rusia menuduh Ukraina menewaskan sedikitnya 24 orang, termasuk seorang anak, dalam serangan drone saat perayaan Tahun Baru di wilayah Kherson selatan yang dikuasai Rusia.
Dalam laporan Reuters, serangan tersebut disebut menyasar sebuah hotel dan kafe di Desa Khorly, kawasan pesisir Laut Hitam, tempat warga sipil tengah merayakan pergantian tahun. Otoritas Rusia menyebut serangan itu dilakukan menggunakan tiga unit drone.
Baca Juga: Penjualan Mobil Produsen Otomotif Top India Melesat Berkat Pemangkasan Pajak
Gubernur Kherson versi Rusia Vladimir Saldo menyatakan, serangan tersebut merupakan aksi yang disengaja terhadap warga sipil. Ia mengklaim banyak korban tewas akibat terbakar di lokasi kejadian.
“Ini adalah serangan terencana yang secara sengaja menargetkan warga sipil yang sedang merayakan Tahun Baru,” ujar Saldo dalam pernyataan resminya, Kamis (1/1/2026).
Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut sedikitnya 24 orang tewas dan sekitar 50 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk enam anak-anak yang saat ini dirawat di rumah sakit.
Moskow menilai serangan tersebut sebagai kejahatan perang dan menyebutnya sebagai aksi terorisme.
Namun, Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi secara independen foto-foto maupun klaim korban yang disampaikan oleh otoritas Rusia.
Sejumlah gambar yang dirilis menunjukkan satu jenazah tertutup kain putih, bangunan yang hangus terbakar, serta dugaan noda darah di sekitar lokasi.
Baca Juga: Singapura Tutup 2025 dengan Pertumbuhan 4,8%, Fokus Reset Kebijakan
Hingga berita ini diturunkan, militer Ukraina belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.
Sebelumnya, Ukraina juga kerap menuduh Rusia melakukan serangan terhadap warga sipil di sejumlah kota Ukraina.
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Moskow akan membalas serangan tersebut di medan perang.
Ia menegaskan pihak yang bertanggung jawab, termasuk para komandan, akan menjadi target balasan Rusia.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyalahkan negara-negara Barat yang mendukung Ukraina.
Baca Juga: China Menerapkan Tarif Impor Daging Sapi Sebesar 55%
Sejumlah pejabat tinggi Rusia, termasuk pimpinan dua kamar parlemen, turut mengecam Kyiv atas insiden tersebut.
Sebagai informasi, Kherson merupakan satu dari empat wilayah Ukraina yang dianeksasi Rusia pada 2022.
Langkah tersebut ditolak oleh Ukraina dan sebagian besar negara Barat yang menilai aneksasi itu melanggar hukum internasional.













