Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Produsen mobil terkemuka India mengumumkan, Kamis (1/1/2026), penjualan kepada diler naik signifikan pada Desember. Ini berkat kebijakan pemotongan pajak yang dilakukan pemerintah India.
Pada September 2025 lalu, India memangkas pajak barang dan jasa alias goods and services tax (GST) untuk mobil kecil menjadi 18% dari sebelumnya 28%. Selain itu, pajak untuk sport utility vehicle (SUV) dengan kapasitas mesin lebih dari 1.500 cc turun menjadi 40% dari sekitar 50%.
Kebijakan pemangkasan pajak ini diambil sebagai upaya untuk mendorong belanja konsumen dan meningkatkan pertumbuhan. Harapannya, kebijakan ini bisa memitigasi efek tarif impor Amerika Serikat (AS) yang tinggi.
Baca Juga: Mobil Baru Kian Tak Terjangkau Akibat Inflasi dan Pajak Tinggi
Reuters melaporkan, kebijakan ini menguntungkan produsen dengan portofolio mobil kecil. Maruti Suzuki, mencatat peningkatan penjualan 50% menjadi 92.929 unit di segmen mobil kecil, yang merupakan segmen terbesar perseroan ini. Ini level tertinggi sejak Januari 2025.
Penjualan kendaraan utilitas Maruti Suzuki juga naik 33%. Sementara total penjualan kepada diler domestik melonjak 37% ke rekor tertinggi, yakni sebanyak 178.646 unit.
Secara keseluruhan, penjualan produsen mobil Swift ini, termasuk penjualan ekspor, tumbuh 22% di Desember, Sekadar info, ekspor Maruti Suzuki turun sekitar sepertiga di periode tersebut.
Baca Juga: Deretan Mobil Listrik yang akan Naik Harga Jika Insentif Pajak Dihentikan Tahun 2026
Sementara Tata Motors melaporkan peningkatan penjualan kendaraan penumpang di pasar domestik sebesar 13%. Model kendaraan terlaris, seperti kendaraan utilitas Nexon dan Punch, serta mobil kecil Tiago, menjadi pendorong pertumbuhan.
Nexon, yang dikenakan pajak 18%, adalah mobil terlaris di India pada periode Oktober dan November. Dengan demikian, Tata Motors meyakini bisa memimpin penjualan di seluruh industri pada Desember.
Tata memperkirakan pertumbuhan penjualan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, seiring dimulainya pengiriman model-model yang baru diluncurkan, seperti SUV Sierra.
Baca Juga: Pabrikan Mobil Jepang Curhat ke Menperin Soal Penurunan Penjualan Hingga TKDN
Mahindra & Mahindra, yang seluruh portofolio mobilnya terdiri dari SUV, juga mengatakan penjualan bulanan tumbuh 23% pada Desember. Sementara pertumbuhan penjualan di tahun fiskal 2026 berjalan mencapai 18%.
Realisasi pertumbuhan penjualan tersebut termasuk yang tercepat di India, yang merupakan pasar mobil terbesar ketiga di dunia. Kenaikan penjualan dibantu oleh peluncuran mobil model baru dan meningkatnya preferensi pelanggan terhadap SUV berteknologi canggih.
Ini telah membantu produsen mobil Scorpio tersebut mencapai posisi produsen terbesar kedua di India pada tahun fiskal ini, melampaui Hyundai India.













