kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Singapura Akan Klarifikasi Penyelidikan Dagang AS terkait Tarif Trump


Jumat, 13 Maret 2026 / 08:56 WIB
Singapura Akan Klarifikasi Penyelidikan Dagang AS terkait Tarif Trump
ILUSTRASI. Singapura (REUTERS/Edgar Su). Pemerintah Singapura tegas membantah klaim surplus dagang US$27 miliar dengan AS pada 2024. Ternyata, faktanya berbanding terbalik dengan data.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pemerintah Singapura akan berkomunikasi dengan Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) untuk meminta klarifikasi terkait data perdagangan dan penyelidikan dagang yang dilakukan Washington.

Langkah ini diambil setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan penyelidikan baru terhadap dugaan kelebihan kapasitas industri di 16 mitra dagang utama AS.

Penyelidikan yang diumumkan pada Rabu (12/3/2026) itu dilakukan untuk kembali menekan mitra dagang melalui tarif, setelah Mahkamah Agung AS bulan lalu membatalkan kebijakan utama dalam program tarif Trump.

Baca Juga: DPR AS Tolak Tarif Trump terhadap Kanada, Dampak Konsumen Jadi Sorotan

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura menyatakan akan berdialog langsung dengan USTR guna memahami lebih lanjut dasar data dan analisis yang digunakan dalam penyelidikan tersebut.

Menurut pemberitahuan USTR, Singapura disebut memiliki surplus perdagangan sebesar US$27 miliar dengan Amerika Serikat pada 2024. Namun pemerintah Singapura membantah angka tersebut.

Pemerintah Singapura menegaskan bahwa secara keseluruhan Singapura justru mencatat defisit perdagangan sebesar US$ 27 miliar terhadap AS pada tahun yang sama.

Selain itu, Singapura juga membantah klaim bahwa negara tersebut terus memperluas kapasitas manufaktur di tengah penurunan tingkat hunian kawasan industri. 

Baca Juga: Hyundai Desak Korsel Sahkan Paket Investasi US$350 Miliar di AS, Waspadai Tarif Trump

Pemerintah menyatakan tingkat hunian ruang industri saat ini masih sangat sehat, yakni sekitar 90%.

Di sisi lain, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer sebelumnya menyebut penyelidikan praktik perdagangan tidak adil melalui mekanisme Section 301 dapat membuka jalan bagi penerapan tarif baru paling cepat pada musim panas tahun ini.

Selain Singapura, sejumlah negara lain yang masuk dalam penyelidikan terkait kelebihan kapasitas industri antara lain China, Uni Eropa, India, Jepang, Korea Selatan, dan Meksiko.

Baca Juga: 3 Skenario Perang Dagang AS-China Versi Morgan Stanley: Dari Damai sampai Kacau Total

Negara lain yang juga tercakup dalam penyelidikan tersebut meliputi Taiwan, Vietnam, Thailand, Malaysia, Kamboja, Indonesia, Bangladesh, Swiss, dan Norwegia.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×