Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - MANILA. Senat Filipina akan menggelar sidang pengadilan pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte pada Senin, 18 Mei 2026. Duterte dituduh menyalahgunakan dana publik hingga menumpuk kekayaan yang tidak dapat dijelaskan.
Politisi berusia 47 tahun tersebut juga dituding mengancam nyawa Presiden Ferdinand Marcos Jr, istrinya, dan mantan Ketua DPR. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh Duterte.
Reuters melaporkan, Presiden Senat Filipina Alan Peter Cayetano mengonfirmasi telah menerima gugatan terkait pemakzulan Sara Duterte, Kamis (14/5/2026).
Baca Juga: Mengejutkan! PDB Inggris Diramal Kontraksi, Jadinya Malah Tumbuh 0,3%
Pengaduan terhadap Duterte oleh para aktivis, kelompok agama, dan pengacara didukung secara besar-besaran oleh DPR. Sementara pengacara Duterte menggambarkan pemakzulan itu sebagai penyelidikan tanpa dasar.
Sara Duterte berada di Den Haag minggu ini mengunjungi ayahnya. Ia mengatakan tim hukumnya sedang mempersiapkan pembelaannya.
Sidang impeachment ini meningkatkan ketegangan politik di Filipina. Sekadar mengingatkan, Duterte sejatinya merupakan sekutu Marcos. Bahkan, Duterte sebelum ini termasuk salah satu tokoh yang paling berpotensi menggantikan Marcos di 2028.
Baca Juga: Voting Pemakzulan Sara Duterte Dimulai, Jalan Menuju Pilpres Filipina 2028 Terancam
Persidangan Duterte akan menjadi arena pertarungan politik yang sengit dan berkepanjangan di Filipina. Di pertarungan ini, sekutu wakil presiden tersebut akan melawan loyalis Marcos, yang berselisih dengannya.
Duterte marah kepada Marcos setelah sekutu-sekutu Marcos menyeretnya dalam penyelidikan selama berbulan-bulan atas dugaan penyimpangan keuangan di kantornya. Marcos dan Duterte telah berulang kali saling melontarkan sindiran di depan umum.
Keretakan hubungan bahkan menyebabkan Marcos menyerahkan ayah Sara Duterte dan pendahulunya, Rodrigo Duterte, ke Mahkamah Pidana Internasional alias International Criminal Court (ICC) tahun lalu untuk diadili atas tuduhan pembunuhan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan selama perang melawan narkoba.
Baca Juga: Trump Puji Xi Jinping di Beijing, Bahas Gencatan Perang Dagang, Iran, dan Taiwan
Marcos telah menjauhkan diri dari pemakzulan Sara Duterte, menyebutnya sebagai urusan lembaga legislatif.
Cayetano mengumumkan pengadilan tersebut sehari setelah keributan yang terjadi di Senat Filipina. Penyebabnya, seorang senator pendukung Duterte bersembunyi di gedung Senat. Senator tersebut sebelumnya akan ditahan dan dikirim ke Belanda untuk menghadapi ICC. Suara tembakan terdengar dalam kekacauan tersebut.
Duterte menyalahkan kekacauan politik sepenuhnya pada Marcos, yang lebih dikenal di Filipina dengan panggilan Bongbong. Ia menuduh Marcos menyia-nyiakan sumber daya pemerintah untuk mencoba menghancurkan oposisi politik.
"Negara kita sedang dalam kekacauan, yang seharusnya tidak terjadi. Kita hanya berada dalam kekacauan karena Bongbong Marcos," katanya dalam pernyataan yang dibagikan oleh kantornya.













