Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - LONDON. Burberry melaporkan penjualan kuartal keempat tahun fiskal 2025-2026 sesuai dengan ekspektasi. Reuters melaporkan, Kamis (14/5/2026), Burberry mencetak kenaikan penjualan ritel sebesar 5% di tiga bulan yang berakhir pada 28 Maret 2026.
Sejatinya, Burberry mencetak keuntungan cukup besar dari pemulihan pasar barang mewah di Inggris, yang kini berfokus pada warisan budaya. Sayangnya, di saat yang sama, efek perang Iran menekan sektor pariwisata, sehingga aktivitas pembelian barang mewah.
Baca Juga: Xi Jinping Puji Posisi Baru Hubungan AS-China Usai Bertemu Donald Trump
Dampak konflik di Timur Tengah pada perjalanan global dan meningkatnya biaya hidup menimbulkan gangguan di pasar barang mewah yang nilainya mencapai US$ 400 miliar. Alhasil, tanda-tanda awal pemulihan di pasar barang mewah kembali terhambat, menekan keuntungan dan memperdalam penurunan yang terjadi setelah booming pasca-pandemi.
Burberry dianggap sebagai salah satu perusahaan mewah yang paling sedikit terpapar kondisi pasar global. Perusahaan ini mencatatkan pertumbuhan penjualan tahunan menjadi 2%, sesuai dengan konsensus ekspektasi.
Namun, penjualan di Eropa, Timur Tengah, India, dan Afrika turun 2% pada kuartal keempat. Sementara penjualan di wilayah lain mencatat pertumbuhan yang kuat.













