kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Sultan Brunei Reshuffle Kabinet, Dua Putranya Diangkat Jadi Menteri


Kamis, 04 Juni 2026 / 18:14 WIB
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet, Dua Putranya Diangkat Jadi Menteri
ILUSTRASI. Sultan Hassanal Bolkiah lantik dua putranya ke posisi menteri. Langkah ini sinyal penguatan suksesi dan strategi baru hadapi krisis energi. (ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – BANDAR SERI BEGAWAN. Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah, mengumumkan perombakan besar kabinet pada Kamis (4/6), termasuk pembentukan sejumlah portofolio strategis baru dan pengangkatan dua putranya yang lebih muda sebagai menteri.

Langkah ini dipandang sebagai sinyal penguatan proses suksesi di negara kaya minyak tersebut.

Perombakan kabinet ini merupakan yang pertama sejak 2022 dan dilakukan di tengah tekanan yang dihadapi Brunei akibat krisis energi global yang dipicu oleh perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Langkah tersebut juga terjadi menjelang perayaan 60 tahun atau Diamond Jubilee pemerintahan Sultan Hassanal Bolkiah pada tahun depan. Sultan yang kini berusia 79 tahun dan naik takhta sejak 1967 itu merupakan monarki yang paling lama berkuasa di dunia.

Dalam beberapa bulan terakhir, Sultan Hassanal yang memegang sejumlah jabatan penting di pemerintahan tercatat melakukan penampilan publik yang lebih terbatas setelah menjalani operasi penggantian lutut pada Januari lalu.

Baca Juga: Bank of Japan Diperkirakan Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi Sejak 1995

Dalam siaran televisi nasional, Sultan Hassanal menegaskan dirinya tetap akan memegang jabatan strategis sebagai Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Keuangan.

Sementara itu, putra keduanya, Pangeran Abdul Malik, ditunjuk sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri. Jabatan tersebut menjadi posisi kabinet pertama yang diembannya.

Di sisi lain, putra bungsu keduanya, Pangeran Abdul Mateen, yang dikenal sebagai atlet polo dan memiliki popularitas tinggi di media sosial, ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri. Posisi tersebut sebelumnya dipegang langsung oleh Sultan Hassanal.

Adapun putra sulung sekaligus pewaris takhta, Putra Mahkota Al-Muhtadee Billah, tetap mempertahankan jabatannya sebagai Menteri Senior di Kantor Perdana Menteri.

Tiga Kementerian Baru untuk Perkuat Diversifikasi Ekonomi

Selain menunjuk anggota keluarga kerajaan ke posisi penting, Sultan Hassanal juga mengumumkan pembentukan tiga jabatan menteri baru guna memperkuat koordinasi kebijakan di lingkungan pemerintah.

Ia juga menyatakan bahwa Kementerian Sumber Daya Utama dan Pariwisata akan direorganisasi menjadi Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri.

Sultan menjelaskan langkah tersebut bertujuan mempercepat transformasi ekonomi Brunei yang selama ini masih bergantung pada sektor energi.

"Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat pengembangan sektor-sektor prioritas, memperkuat upaya diversifikasi ekonomi, mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta menciptakan peluang kerja yang bermakna," ujar Sultan Hassanal.

Perombakan kabinet kali ini juga mencatat jumlah pengangkatan perempuan terbanyak dalam sejarah kabinet Brunei, termasuk penunjukan Menteri Pendidikan dan tiga wakil menteri perempuan.

Diuntungkan Kenaikan Harga Energi, Namun Beban Subsidi Membengkak

Sebagai salah satu produsen minyak dan gas di Asia Tenggara, Brunei menjadi salah satu negara yang memperoleh manfaat dari lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Baca Juga: FIFA Larang Botol Minum Isi Ulang di Stadion Piala Dunia 2026 Demi Alasan Keamanan

Dalam beberapa pekan terakhir, ekspor minyak mentah, produk minyak olahan, dan gas alam Brunei meningkat seiring naiknya harga energi global.

Namun di sisi lain, pemerintah menghadapi lonjakan biaya subsidi energi untuk mempertahankan harga bahan bakar domestik yang tetap menjadi salah satu yang termurah di kawasan.

Pada bulan lalu, Brunei mulai melarang kendaraan berpelat asing yang memiliki tangki bahan bakar terisi kurang dari tiga perempat kapasitas untuk memasuki wilayah negara tersebut. Kebijakan itu diterapkan guna mencegah penyelundupan lintas batas dan menjaga pasokan energi domestik.

Sementara itu, Departemen Energi Brunei pada Rabu (3/6) mengumumkan bahwa pemerintah telah membentuk komite khusus untuk memantau dan mengoordinasikan berbagai langkah penanganan dampak konflik Timur Tengah terhadap sektor energi dan ekonomi nasional.

Isyarat Suksesi Semakin Jelas

Pengangkatan Pangeran Abdul Malik dan Pangeran Abdul Mateen ke dalam kabinet dinilai sebagai langkah penting dalam regenerasi kepemimpinan Brunei.

Meski Putra Mahkota Al-Muhtadee Billah tetap menjadi pewaris resmi takhta, masuknya dua pangeran lainnya ke posisi pemerintahan strategis memperlihatkan upaya Sultan Hassanal untuk memperkuat keterlibatan generasi penerus kerajaan dalam pengelolaan negara.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×