Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dukungan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino untuk kembali memimpin federasi sepak bola dunia mulai tergerus.
Federasi sepak bola Serbia, Swedia, dan Wales secara resmi menarik dukungan mereka terhadap pencalonan kembali Infantino untuk masa jabatan 2027–2031. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) juga diperkirakan akan mengambil langkah serupa.
Gelombang penolakan terhadap Infantino semakin menguat setelah gagalnya rencana FIFA menjual sebagian kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta.
Sebelumnya, FIFA mengusulkan pembentukan entitas baru yang mengelola berbagai kompetisi, termasuk Piala Dunia, dengan menjual sekitar 20% saham kepada investor swasta. Langkah tersebut diproyeksikan dapat menghimpun dana hingga US$ 4,2 miliar.
Namun, usulan tersebut dibatalkan pada Jumat (31/7/2026) setelah mendapat penolakan keras dari berbagai pemangku kepentingan di dunia sepak bola.
Federasi Sepak Bola Serbia menjadi salah satu yang pertama mengumumkan pencabutan dukungan.
Baca Juga: Goldman Proyeksi Harga Minyak Brent di Kisaran US$ 80-US$ 90 Per Barel, Ini Alasannya
"Dewan Sepak Bola Serbia menarik dukungannya kepada Gianni Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA," demikian pernyataan resmi federasi tersebut.
Federasi itu mengingatkan bahwa sebelumnya mereka telah memberikan dukungan tertulis kepada Infantino pada 25 Mei 2026.
"Kami mengingatkan bahwa kami telah memberikan dukungan kepada Bapak Infantino secara tertulis pada 25 Mei tahun ini. Namun, setelah mencermati berbagai peristiwa yang dalam beberapa waktu terakhir telah merusak citra dan reputasi FIFA maupun Presidennya, maka ini adalah satu-satunya keputusan yang logis dan rasional," tambah pernyataan tersebut.
Langkah serupa kemudian diikuti Federasi Sepak Bola Swedia (SvFF).
"Dalam rapat luar biasa dewan pada Senin, SvFF memutuskan untuk tidak mendukung Presiden FIFA Gianni Infantino dalam pemilihan kembali yang akan datang," tulis pernyataan tersebut.
Federasi Swedia menjelaskan keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi jangka panjang terhadap perkembangan FIFA dan kepemimpinannya.
"Keputusan ini didasarkan pada berbagai kekurangan yang berulang dalam tata kelola, transparansi, dan manajemen organisasi, sehingga kepercayaan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino sudah tidak lagi ada," lanjut pernyataan tersebut.
Wales lebih dulu menarik dukungan
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Wales (FAW) menjadi federasi nasional pertama yang secara resmi mencabut dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino.
"Federasi Sepak Bola Wales dengan ini mengonfirmasi pencabutan dukungannya terhadap pencalonan Bapak Gianni Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA pada periode 2027 hingga 2031," ungkap fedeasi tersebut.
FAW menilai berbagai persoalan tata kelola menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
Baca Juga: Toyota Kerek Proyeksi Laba Operasional Tahunan dan Bakal Gelar Buyback Saham
"Kegagalan baru-baru ini dalam tata kelola yang baik, proses organisasi, kepemimpinan, nilai-nilai, pengelolaan pemangku kepentingan, komunikasi, serta pengambilan keputusan yang tepat telah membawa kami pada kesimpulan bahwa Bapak Infantino telah kehilangan kepercayaan dari FAW untuk tetap memimpin sepak bola dunia," tambah federasi tersebut.
"Mengabaikan kepentingan terbaik bagi sepak bola adalah kegagalan yang tidak dapat kami terima." lanjut federasi tersebut.
Sementara itu, sumber yang mengetahui kebijakan internal organisasi mengatakan kepada Reuters bahwa Federasi Sepak Bola Inggris juga akan menarik dukungannya terhadap Infantino.
Infantino disebut mencari dukungan Donald Trump
Di tengah meningkatnya tekanan, New York Post melaporkan bahwa Infantino berupaya memperoleh dukungan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut, media itu menyebut Infantino berulang kali mencoba menghubungi Trump melalui telepon setelah proposal penjualan saham FIFA gagal disepakati pada Jumat lalu.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Infantino merasa "terisolasi" akibat derasnya pemberitaan negatif terhadap dirinya.
FIFA belum memberikan komentar atas laporan tersebut. Sementara itu, Gedung Putih juga belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Tekanan terhadap Infantino terus meningkat
Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah konfederasi sepak bola Eropa UEFA dan konfederasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) pada Sabtu (1/8) menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinannya.
UEFA sebelumnya memimpin penolakan terhadap rencana penjualan saham kompetisi FIFA dan menyambut baik keputusan pembatalan proposal tersebut.
Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Ditutup Menguat, Ditopang Kenaikan Saham Chip
Meski demikian, UEFA belum mengonfirmasi laporan media yang menyebut organisasi itu tengah menyiapkan langkah hukum terhadap FIFA.
UEFA hanya menyatakan telah mengeluarkan document preservation order, yakni instruksi untuk menjaga seluruh email, dokumen, maupun data agar tidak dimusnahkan karena kemungkinan adanya investigasi.
Pada April lalu, Infantino menyatakan berniat mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA.
Sejak menggantikan kompatriotnya asal Swiss, Sepp Blatter, pada 2016, Infantino telah dua kali terpilih kembali tanpa menghadapi lawan.
Sebelumnya, peluang Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode 2027–2031 dipandang hampir pasti.
Namun, sejumlah pakar yang diwawancarai Reuters menilai kegagalan proposal penjualan saham tersebut telah membuka ketidakpuasan yang lebih luas di kalangan anggota FIFA dan berpotensi mempersulit langkah Infantino menjelang Kongres FIFA di Maroko pada Maret 2027.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
