kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.043   35,00   0,19%
  • IDX 6.265   30,69   0,49%
  • KOMPAS100 821   3,27   0,40%
  • LQ45 627   2,57   0,41%
  • ISSI 217   0,77   0,36%
  • IDX30 352   1,99   0,57%
  • IDXHIDIV20 432   1,30   0,30%
  • IDX80 94   0,30   0,32%
  • IDXV30 119   0,34   0,29%
  • IDXQ30 112   0,30   0,27%

Perang Iran Panaskan Harga Minyak, Laba Raksasa Minyak Arab Saudi Ini Melambung 44%


Selasa, 04 Agustus 2026 / 13:47 WIB
Perang Iran Panaskan Harga Minyak, Laba Raksasa Minyak Arab Saudi Ini Melambung 44%
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, melaporkan peningkatan laba bersih kuartal kedua sebesar 44% pada Selasa (4/8/2026). Laba Aramco melejit karena menuai harga yang lebih tinggi untuk minyak mentah, produk olahan, dan bahan kimia gara-gara perang Iran.

Aramco saat ini untuk sementara terpaksa mengalihkan pengiriman minyak demi menghindari Selat Hormuz yang dilanda perang.

Eksportir minyak terbesar di dunia ini membukukan laba bersih sebesar US$ 32,69 miliar dalam tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026, dibandingkan senilai US$ 22,67 miliar pada tahun sebelumnya.

"Meskipun terjadi gangguan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui Selat Hormuz, kami terus menunjukkan kemampuan kami untuk mempertahankan kesinambungan bisnis dengan memanfaatkan basis aset kami yang beragam dan perencanaan jangka panjang," kata CEO Aramco Amin Nasser, merujuk pada Pipa Timur-Barat, kapasitas penyimpanan Aramco, dan terminal ekspornya, seperti dilaporkan Reuters.

Aramco menyebut, mereka mempertahankan tingkat keandalan pasokan sebesar 98,4% selama kuartal tersebut meskipun ketidakpastian geopolitik di kawasan itu terus berlanjut.

Perusahaan tersebut telah meningkatkan ekspor melalui "Pipa Timur-Barat" ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah sejak "perang AS-Israel dengan Iran memicu gangguan terbesar dalam sejarah" pasar energi. Nasser sebelumnya menggambarkan rute tersebut sebagai jalur vital yang sangat penting.

Namun, rute alternatif tersebut dan terminal ekspor Saudi di Laut Merah kini juga terancam.

Pada bulan Juli, pasukan Houthi yang bersekutu dengan Iran mengumumkan blokade industri minyak Arab Saudi di Laut Merah, memperluas gangguan ke jalur air utama kedua dan mendorong harga minyak lebih tinggi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×