kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.869   80,00   0,45%
  • IDX 6.172   -48,40   -0,78%
  • KOMPAS100 818   -6,94   -0,84%
  • LQ45 617   -8,31   -1,33%
  • ISSI 211   -1,14   -0,54%
  • IDX30 349   -5,96   -1,68%
  • IDXHIDIV20 427   -9,63   -2,21%
  • IDX80 93   -0,82   -0,87%
  • IDXV30 114   -1,07   -0,93%
  • IDXQ30 111   -2,80   -2,45%

Saudi Aramco Kaji Perluasan Kapasitas Penyimpanan Global Imbas Perang Iran


Kamis, 18 Juni 2026 / 17:53 WIB
Saudi Aramco Kaji Perluasan Kapasitas Penyimpanan Global Imbas Perang Iran
ILUSTRASI. Perang Iran-Israel mengancam pasokan minyak global. Aramco kini kaji penambahan fasilitas penyimpanan di berbagai negara. (Dok/saudiaramco.com)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - ROMA. Raksasa minyak Arab Saudi, Aramco, tengah mempertimbangkan untuk memperluas kapasitas penyimpanan minyaknya di berbagai belahan dunia menyusul terganggunya pasokan energi melalui Selat Hormuz akibat perang antara Iran dan Israel.

Ketua Aramco, Yasir Al-Rumayyan, mengatakan perusahaan secara serius mengkaji penambahan fasilitas penyimpanan minyak di berbagai negara guna meningkatkan ketahanan rantai pasok energi global.

"Aramco memiliki fasilitas penyimpanan di berbagai belahan dunia, khususnya di Asia, seperti di Korea Selatan dan Jepang, dan kami sedang mempertimbangkan secara serius untuk memiliki fasilitas penyimpanan yang lebih besar di seluruh dunia," ujar Al-Rumayyan pada Kamis (18/6/2026).

Al-Rumayyan, yang juga menjabat sebagai Gubernur Public Investment Fund (PIF) atau dana kekayaan negara Arab Saudi, menyampaikan pernyataan tersebut dalam forum FII PRIORITY Europe Summit yang digelar di Roma. Acara tersebut diselenggarakan oleh Future Investment Initiative, lembaga nirlaba yang didukung oleh PIF.

Baca Juga: Perang Iran Picu Lonjakan Minat Mobil Listrik di Eropa, Penjualan Melesat

Future Investment Initiative juga dikenal sebagai penyelenggara konferensi tahunan bergengsi di Riyadh yang dijuluki sebagian kalangan sebagai "Davos di Gurun", karena mempertemukan para pemimpin dunia, pelaku industri perbankan, dan pimpinan perusahaan global.

Investasi Arab Saudi di Eropa Capai Ratusan Miliar Euro

Dalam kesempatan itu, Al-Rumayyan mengungkapkan bahwa PIF telah menginvestasikan dana sebesar 98 miliar euro atau sekitar US$112,86 miliar di kawasan Eropa dan Inggris sepanjang periode 2017 hingga 2025.

Sementara itu, Aramco telah menggelontorkan sekitar 80 miliar euro kepada berbagai pemasok di Eropa sebagai bagian dari kerja sama bisnis dan pengembangan rantai pasok perusahaan.

Meski demikian, menurutnya, tantangan regulasi di kawasan Eropa masih menjadi hambatan utama bagi investor asal Arab Saudi untuk meningkatkan ekspansi bisnis mereka.

Regulasi Eropa Dinilai Hambat Investasi

Al-Rumayyan menilai berbagai aturan yang berlaku di pasar Eropa saat ini justru mengurangi minat investor besar untuk menanamkan maupun mempertahankan investasi mereka di kawasan tersebut.

Baca Juga: Thailand Hidupkan Kembali Proyek Koridor US$30 Miliar untuk Saingi Selat Malaka

"Tantangan regulasi benar-benar merugikan para investor, seperti Aramco, SABIC, maupun PIF, bukan hanya untuk meningkatkan investasi, tetapi juga untuk mempertahankan investasi mereka di Eropa," kata Al-Rumayyan.

Ia menambahkan bahwa regulator dan pembuat kebijakan di Eropa telah menyadari persoalan tersebut.

"Para regulator dan pembuat kebijakan di Eropa sedang mengkajinya. Kami berharap akan ada solusi yang lebih baik ke depannya," ujarnya.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×