Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas bergerak melemah tipis pada perdagangan Jumat (31/7/2026), tetapi masih berada di jalur mencatat kenaikan bulanan pertama dalam lima bulan terakhir.
Investor terus mencermati perkembangan konflik Amerika Serikat (AS)-Iran serta sinyal kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga: Yen Melemah Lagi Usai Intervensi Jepang, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BOJ
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 4.096,29 per ons troi pada pukul 01.07 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus naik tipis 0,1% menjadi US$ 4.094,10 per ons troi.
Secara mingguan, harga emas spot masih menguat sekitar 1,1%. Adapun sepanjang Juli, logam mulia ini diperkirakan naik lebih dari 2,2%, menjadi kenaikan bulanan terbesar sejak Februari.
Kenaikan harga emas didorong oleh meningkatnya minat terhadap aset safe haven setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan terakhir.
Ketua The Fed, Kevin Warsh, juga tidak memberikan petunjuk yang jelas mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
Setelah pertemuan tersebut, harga emas sempat melonjak sekitar 2% pada Rabu (29/7).
Baca Juga: Trump Klaim Ada Kesepakatan Bersejarah Pelucutan Senjata Hamas, Israel Belum Setuju
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sebesar 63%, turun dari sekitar 80% sebelum rapat The Fed berlangsung.
Di sisi lain, indeks dolar AS menguat sekitar 0,3% setelah sehari sebelumnya anjlok 2,4%, penurunan harian terbesar sejak Januari 2023.
Sentimen pendukung harga emas juga datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik. Serangan drone terhadap kapal pengangkut gas di pelabuhan Damietta, Mesir, memunculkan kekhawatiran konflik AS-Iran akan meluas dan mengancam jalur pelayaran Terusan Suez, yang menjadi salah satu rute utama ekspor minyak Arab Saudi.
Sementara itu, data inflasi AS menunjukkan tekanan harga mulai mereda. Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) pada Juni turun 0,1% dibanding bulan sebelumnya, menjadi penurunan bulanan terdalam sejak April 2020.
Meski demikian, pelemahan inflasi tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara karena kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah berpotensi kembali mendorong tekanan inflasi.
Baca Juga: Setelah UEFA, CONCACAF Juga Tolak Proposal FIFA Jual Saham Turnamen
Laporan World Gold Council yang dirilis Kamis (30/7) menunjukkan permintaan emas global pada kuartal II-2026 relatif stabil di level 1.268,9 metrik ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan pembelian oleh bank-bank sentral mampu mengimbangi penurunan permintaan dari sektor investasi.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot stabil di US$ 58,98 per ons troi. Sementara itu, harga platinum turun 1,3% menjadi US$ 1.638,97 per ons troi dan paladium melemah 0,2% ke US$ 1.301,94 per ons troi.














