kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Pipa Minyak Arab Saudi yang Melewati Selat Hormuz Rusak Akibat Serangan Iran


Rabu, 08 April 2026 / 20:55 WIB
Pipa Minyak Arab Saudi yang Melewati Selat Hormuz Rusak Akibat Serangan Iran
ILUSTRASI. Minyak mentah Saudi terancam. Serangan pada pipa utama East-West oleh Iran bisa memperburuk krisis energi. Pahami risiko kenaikan harga global. (DOK/sawteljamahir.com)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Infrastruktur energi utama Arab Saudi kembali menjadi sasaran dalam eskalasi konflik kawasan. Pipa minyak strategis East-West milik kerajaan dilaporkan terkena serangan Iran, yang berpotensi mengganggu aliran ekspor minyak global.

Sumber industri kepada Reuters pada Rabu (8/4/2026) menyebutkan bahwa pipa tersebut—yang saat ini menjadi satu-satunya jalur ekspor utama minyak mentah Saudi—terdampak serangan. Selain itu, sejumlah fasilitas energi lain di dalam negeri juga menjadi target.

Pipa East-West memiliki peran krusial karena mengalirkan sekitar 7 juta barel per hari (bph) dari wilayah penghasil minyak utama di timur Arab Saudi menuju pelabuhan Laut Merah di Yanbu. Jalur ini menjadi alternatif utama setelah Selat Hormuz praktis tertutup akibat konflik, sehingga menghambat distribusi minyak dan gas global serta mendorong lonjakan harga energi.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Asia Selatan Melambat Jadi 6,3% Akibat Konflik Timur Tengah

Dampak terhadap Pasokan Global

Aliran minyak melalui pipa tersebut diperkirakan akan terganggu, meskipun tingkat kerusakan masih dalam tahap evaluasi. Gangguan ini berpotensi memperburuk krisis energi global yang oleh sejumlah analis disebut sebagai yang terparah dalam beberapa dekade terakhir.

Perusahaan energi nasional Saudi Aramco menggunakan sekitar 2 juta barel per hari untuk kebutuhan domestik, sehingga sekitar 5 juta barel per hari tersedia untuk ekspor.

Data pengapalan menunjukkan bahwa pengiriman dari Yanbu sempat mendekati kapasitas maksimal, yakni sekitar 4,6 juta barel per hari pada pekan yang dimulai 23 Maret, meskipun fasilitas tersebut juga sempat menjadi target serangan pada 19 Maret.

Kelompok Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut telah menyerang sejumlah target di kawasan, termasuk fasilitas minyak yang dikaitkan dengan perusahaan Amerika di Yanbu, menggunakan rudal dan drone.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×