kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.956   -39,00   -0,23%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Dua Kapal Gas Tembus Selat Hormuz ke India, Tapi Ribuan Kapal Masih Terjebak


Selasa, 24 Maret 2026 / 09:00 WIB
Dua Kapal Gas Tembus Selat Hormuz ke India, Tapi Ribuan Kapal Masih Terjebak
ILUSTRASI. Dua kapal tanker India berhasil melintasi Selat Hormuz di tengah ancaman Iran. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Dua kapal tanker gas berhasil melintasi Selat Hormuz menuju India pada Senin (23/3/2026), membawa muatan liquefied petroleum gas (LPG) dari Uni Emirat Arab dan Kuwait. Namun, secara keseluruhan, lalu lintas di jalur vital ini masih nyaris lumpuh.

Mengutip Reuters, ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut masih terjebak di kawasan Teluk, setelah Iran mengancam akan menyerang kapal yang mencoba keluar melalui Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.

Kapal India Berhasil Lolos

Berdasarkan data pelacakan kapal, tanker Pine Gas melintasi selat tersebut, diikuti kapal Jag Vasant.

Kapal Pine Gas bahkan menyiarkan pesan “India ship and crew”, sebagai identifikasi di tengah ketegangan.

Pemerintah India mengonfirmasi bahwa kedua kapal berbendera India tersebut membawa lebih dari 92.000 ton LPG, dengan awak kapal warga India.

Keduanya diperkirakan tiba di pelabuhan India antara 26–28 Maret.

Lewat Jalur Dekat Iran, Dikawal Strategi Khusus

Sumber pemerintah India menyebut angkatan laut India menginstruksikan kapal untuk melintas melalui jalur dekat garis pantai Iran.

Sebelumnya, kapal-kapal tersebut sempat berhenti di perairan Kuwait dan Uni Emirat Arab untuk memuat gas.

Dalam kasus terpisah, kapal tanker lain yang membawa produk minyak juga berhasil melintasi Selat Hormuz pada 21 Maret menuju India.

Baca Juga: China Desak AS dan Israel Setop Serangan, Peringatkan Risiko Lingkaran Setan Perang

Upaya Buat Koridor Aman

Negara-negara anggota badan pelayaran PBB sepakat untuk mengupayakan pembentukan koridor maritim aman.

Tujuannya adalah mengevakuasi kapal komersial dari Teluk dan melindungi pelaut yang terjebak akibat konflik AS-Israel dengan Iran.

Namun hingga kini, belum ada jadwal pasti kapan koridor tersebut akan terealisasi.

Menurut perusahaan broker kapal Clarksons, lalu lintas tanker minyak di Selat Hormuz turun sekitar 95% dibandingkan kondisi sebelum perang.

Menariknya, kapal yang terkait dengan Iran masih tetap beroperasi.

Minyak Iran Tetap Mengalir

Data pelacakan menunjukkan aktivitas pengiriman minyak dari Iran relatif tidak terganggu.

Setidaknya 14 kapal tanker berbendera Iran telah mencapai perairan Asia, termasuk sekitar Selat Singapura, sejak konflik dimulai pada 28 Februari.

Organisasi pemantau United Against Nuclear Iran menyebut aliran minyak Iran berjalan seperti biasa.

Sebagian kapal sempat berhenti di awal konflik, namun kemudian kembali beroperasi.

Bahkan, sekitar 15 kapal tanker Iran dilaporkan kembali ke Teluk dalam kondisi kosong setelah mengirim muatan.

Tonton: Manuver Baru Donald Trump: Klaim Sudah Menelepon dan Mengajak Berunding Damai

Sementara itu, sebuah kapal kargo kering yang dioperasikan oleh perusahaan Yunani menjadi kapal Barat pertama yang diketahui bersandar di Iran sejak konflik dimulai.

Kapal tersebut membawa gandum dari Kanada dan tiba di pelabuhan Bandar Imam Khomeini setelah berlayar memutar melalui Tanjung Harapan.




TERBARU

[X]
×