kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.754   69,00   0,39%
  • IDX 6.396   -202,97   -3,08%
  • KOMPAS100 847   -26,92   -3,08%
  • LQ45 637   -13,66   -2,10%
  • ISSI 229   -9,22   -3,87%
  • IDX30 363   -5,99   -1,62%
  • IDXHIDIV20 449   -6,22   -1,37%
  • IDX80 97   -2,77   -2,77%
  • IDXV30 125   -3,34   -2,60%
  • IDXQ30 118   -1,39   -1,17%

Xi Akan Sambut Putin di Beijing, China Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Rusia


Selasa, 19 Mei 2026 / 11:42 WIB
Xi Akan Sambut Putin di Beijing, China Tegaskan Kemitraan Strategis dengan Rusia
ILUSTRASI. Presiden Putin kunjungi China pekan ini. Kemitraan strategis "all-weather" (via REUTERS/Mikhail Metzel)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden China Xi Jinping dijadwalkan menerima kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin pekan ini, kurang dari sepekan setelah kunjungan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyita perhatian global.

Kunjungan Putin selama dua hari ke China disebut kedua negara sebagai bukti kuat dari hubungan kemitraan “all-weather” atau kemitraan strategis segala kondisi antara Beijing dan Moskow. Lawatan ini menjadi kunjungan ke-25 Putin ke China.

Di tengah tekanan negara-negara Barat agar China mendorong Rusia mengakhiri perang di Ukraina, Beijing tetap menampilkan diri sebagai mediator perdamaian dan pihak netral dalam konflik tersebut. Namun di sisi lain, Putin menegaskan bahwa Rusia dan China terus saling mendukung “kepentingan inti” masing-masing.

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi Rusia untuk memperluas kerja sama energi dengan ekonomi terbesar kedua dunia itu, terutama di tengah sanksi Barat terhadap sektor energi Rusia.

Ian Storey, peneliti senior di ISEAS-Yusof Ishak Institute, mengatakan pertemuan Xi dan Putin mengirim pesan kuat kepada dunia bahwa kemitraan strategis China-Rusia tetap menjadi fondasi utama kebijakan luar negeri kedua negara.

Baca Juga: Petani Australia Kurangi Tanam Gandum Akibat Konflik Iran dan Cuaca Kering

“Pertemuan Xi-Putin akan mengirimkan pesan kepada dunia bahwa kemitraan strategis China-Rusia tetap menjadi landasan utama kebijakan luar negeri kedua negara dan bahwa setiap upaya Amerika Serikat untuk memecah hubungan mereka ditakdirkan gagal,” ujar Storey.

China Perkuat Citra Stabilitas Global

Kunjungan Putin berlangsung setelah lawatan Trump ke China pekan lalu yang menghasilkan sorotan diplomatik positif, namun minim kesepakatan komersial besar.

Xi Jinping sebelumnya menggambarkan hubungan China-Amerika Serikat sebagai hubungan dengan “stabilitas strategis”, sekaligus menantang pendekatan “persaingan strategis” yang identik dengan kebijakan era Presiden AS sebelumnya, Joe Biden.

Melalui rangkaian kunjungan pemimpin dunia ke Beijing, China berupaya memperkuat citranya sebagai pilar stabilitas global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, perang, konflik energi, dan ketidakpastian ekonomi dunia.

Beijing juga berusaha meyakinkan mitra dagang Barat, termasuk AS, bahwa kebangkitan China sebagai kekuatan ekonomi dan teknologi tidak akan mengancam stabilitas global.

Gedung Putih bahkan menyatakan setelah kunjungan Trump ke China bahwa kedua pihak telah mencapai konsensus dalam sejumlah isu guna meningkatkan stabilitas bagi pelaku bisnis dan konsumen global.

Baca Juga: Ekonomi Jepang Tumbuh di Atas Ekspektasi, Krisis Energi Timur Tengah Jadi Ancaman

China Dinilai Tak Akan Tekan Rusia soal Ukraina

Meski Barat berharap China menggunakan pengaruhnya untuk menekan Rusia menghentikan perang di Ukraina, analis menilai hal itu kecil kemungkinan terjadi.

Storey menyebut Xi Jinping tidak memiliki pengaruh sebesar itu terhadap Putin. Selain itu, China memahami bahwa kekalahan Rusia di Ukraina dapat melemahkan posisi politik Putin secara signifikan.

Karena itu, Beijing diperkirakan akan terus memberikan dukungan diplomatik kepada Moskow di forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk bantuan ekonomi dan teknologi dual-use yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer.

China sendiri menegaskan tidak pernah memasok senjata mematikan kepada pihak mana pun dalam konflik Rusia-Ukraina dan mengklaim menerapkan kontrol ketat terhadap ekspor barang dual-use.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan kedua kepala negara akan membahas kerja sama bilateral di berbagai bidang, termasuk isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama.

Proyek Pipa Gas Power of Siberia 2 Jadi Fokus

Salah satu agenda utama dalam kunjungan Putin adalah pembahasan proyek pipa gas Power of Siberia 2.

Pada kunjungan Putin sebelumnya pada September 2025, Rusia dan China telah sepakat membangun proyek tersebut, namun hingga kini belum mencapai kesepakatan mengenai harga gas.

Baca Juga: Australia Amankan Pasokan Avtur dari China dan Pupuk dari Brunei

Krisis pasokan energi global yang dipicu konflik Iran dinilai dapat memperkuat posisi Rusia dalam menawarkan proyek tersebut sebagai sumber pasokan gas jangka panjang bagi China.

Meski demikian, Beijing diperkirakan tetap mempertahankan strategi diversifikasi energi dengan menjajaki pasokan dari Rusia maupun Turkmenistan.

China saat ini juga masih menjadi pembeli terbesar minyak Rusia, baik melalui jaringan pipa maupun pengiriman laut. Di tengah sanksi Barat terhadap ekspor minyak Rusia, kilang independen China tetap aktif membeli minyak Rusia dengan transaksi yang sebagian besar menggunakan mata uang yuan.

Selain itu, Rusia pada 2025 juga sepakat menambah pasokan minyak sebesar 2,5 juta ton per tahun ke China melalui Kazakhstan.

“Pada prinsipnya, kami telah mencapai tingkat kesepahaman yang tinggi terkait langkah maju yang serius — bahkan sangat signifikan — dalam kerja sama kami di sektor minyak dan gas,” kata Putin kepada wartawan pada 9 Mei lalu.

Putin menambahkan bahwa dirinya akan sangat puas apabila kesepakatan tersebut dapat difinalisasi selama kunjungannya ke Beijing.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×