kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

AS Siapkan Serangan Besar Selasa, Iran Ancam Balasan Dahsyat


Senin, 06 April 2026 / 22:49 WIB
Diperbarui Senin, 06 April 2026 / 23:02 WIB
AS Siapkan Serangan Besar Selasa, Iran Ancam Balasan Dahsyat
ILUSTRASI. Teheran Iran (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID -  Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak. Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando tertinggi yang mengintegrasikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan angkatan bersenjata reguler Iran, melontarkan ancaman keras merespons eskalasi operasi militer di kawasan. 

Pernyataan ini menjadi jawaban atas ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan meningkatkan serangan ke instalasi strategis Iran pada Selasa, 7 April 2026.

Dalam pernyataan resmi Senin (6/4/2026), militer Iran menegaskan kembali doktrin pertahanan mereka. Mereka memastikan setiap agresi terhadap kepentingan sipil akan dibalas dengan kekuatan setara di seluruh wilayah.

Baca Juga: India Mulai Evakuasi Kapal LPG Terjebak di Selat Hormuz di Tengah Krisis Energi

Ekonom Nilai APBN Tak Kuat Lama Tahan Harga BBM, Kenaikan Tinggal Hitungan Minggu!

"Kami telah menegaskan sejak awal bahwa setiap serangan agresi terhadap kepentingan sipil di titik mana pun akan digempur di semua titik di kawasan ini," tegas juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Ebrahim Zolfaghari.

Iran bahkan memberi peringatan soal fase berikutnya dari operasi serangan balik mereka. Jika pihak lawan terus memprovokasi, Iran mengancam akan meluncurkan operasi yang jauh lebih intensif.

"Jika serangan terhadap musuh bersenjata terus berlanjut, fase selanjutnya dari operasi ofensif dan serangan balik kami akan berlangsung jauh lebih intensif—dilaksanakan dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat," lanjutnya.

Tonton: Selat Hormuz Mulai Dibuka! Tapi Iran Kirim Ancaman!

Ketegangan di Teluk

Di sisi lain, pasukan khusus Amerika Serikat (AS) melancarkan misi berisiko tinggi jauh di dalam wilayah Iran untuk menyelamatkan seorang perwira udara yang jatuh. 

Presiden Donald Trump mengancam akan menghujani Teheran dengan "neraka" jika Selat Hormuz, jalur nadi minyak dunia, tidak segera dibuka.

Trump mengumumkan keberhasilan penyelamatan tersebut pada Minggu (5/4) dini hari via platform X. Ia menggambarkan operasi di wilayah pegunungan itu sebagai salah satu misi paling berani dalam sejarah militer AS. 

Perwira senjata dari jet F-15 yang ditembak jatuh Jumat lalu dilaporkan terluka, namun kondisi stabil.

Baca Juga: Israel Serang Kompleks Petrokimia Terbesar Iran di Asaluyeh

Namun, dalam unggahan lain di platform Truth Social, Trump memberikan ultimatum keras agar Iran membuka Selat Hormuz paling lambat hari Selasa. Jalur yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dan gas dunia ini lumpuh total sejak perang pecah lima pekan lalu.

"Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan di Iran," ancam Trump, merujuk pada target infrastruktur energi dan transportasi yang akan dibombardir.

Eskalasi ini dipicu setelah sekutu AS, Israel, menyerang fasilitas petrokimia utama Iran pada Sabtu. Pejabat senior pertahanan Israel menyatakan pihaknya bersiap menggempur fasilitas energi Iran pekan depan dan tengah menunggu lampu hijau dari Gedung Putih.

Di tengah ancaman, muncul pesan membingungkan. Trump sempat menyatakan kepada Fox News bahwa Iran sedang bernegosiasi dan kesepakatan mungkin tercapai pada Senin. 

Namun, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, membantah dan mengecam ancaman Trump sebagai tindakan yang disesatkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

"Langkah ceroboh Anda menyeret AS ke dalam 'neraka' bagi setiap keluarga, dan seluruh kawasan kami akan terbakar," tegas Qalibaf.

(LIVE REPORT) UPDATE STRATEGI INDONESIA HADAPI GEJOLAK TIMUR TENGAH

Klaim Kerugian Alutsista

Meski Trump mengklaim sukses, Iran memberikan versi berbeda. Teheran mengeklaim beberapa pesawat AS hancur dalam operasi penyelamatan, termasuk dua pesawat angkut militer dan dua helikopter Black Hawk. 

Rekaman video di media sosial yang diverifikasi Reuters menunjukkan puing-puing pesawat terbakar di lokasi operasi.

Hilangnya jet F-15 minggu lalu serta pesawat serang darat A-10 dalam insiden terpisah menggarisbawahi risiko besar bagi awak udara AS dan Israel.

Perang yang dimulai sejak 28 Februari 2024 melalui serangan udara masif AS-Israel kini telah meluas hingga ke Lebanon. Harga minyak mentah dunia pun melesat ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir, mendekati US$ 120 per barel, yang mencekik konsumen dan pelaku bisnis global. Sejauh ini, upaya perdamaian yang dimediasi Pakistan belum membuahkan hasil.

Baca Juga: Deretan Tokoh Kunci Iran yang Tewas dalam Serangan AS-Israel




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×