kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Pemerintah Trump Siapkan US$ 3 Miliar untuk Proyek Mineral Strategis AS


Sabtu, 08 Agustus 2026 / 06:51 WIB
Pemerintah Trump Siapkan US$ 3 Miliar untuk Proyek Mineral Strategis AS
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menginvestasikan sekitar US$ 3 miliar ke sejumlah proyek mineral kritis dan baterai.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus memperkuat keamanan nasional dan rantai pasok industri pertahanan AS.

Baca Juga: Presiden Federasi Argentina: Lionel Messi Sendiri yang Tentukan Waktu Pensiun

Trump mengumumkan rencana tersebut dalam pertemuan dengan lebih dari 200 eksekutif perusahaan tambang, akademisi, investor dan pejabat politik di Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (7/8/2026).

"Kami mengembalikan posisi Amerika sebagai negara adidaya mineral dunia," ujar Trump dalam pertemuan tersebut dikutip dari Reuters.

Trump mengatakan industri pertambangan AS selama beberapa tahun terakhir belum mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah Washington.

Dalam pertemuan tersebut, Trump juga mengumumkan sejumlah investasi untuk proyek mineral strategis.

Salah satunya berupa pinjaman bersyarat senilai US$ 1,4 miliar dari Office of Strategic Capital (OSC) di Departemen Pertahanan AS kepada Sila Nanotechnologies, perusahaan yang memproduksi komponen baterai lithium-ion.

OSC juga memperpanjang pinjaman bersyarat senilai US$ 400 juta kepada perusahaan tambang scandium Sunrise Energy Metals dan US$ 150 juta kepada pengembang magnet Niron Magnetics.

Sementara itu, Export-Import Bank of the United States akan memberikan pinjaman sebesar US$ 58 juta kepada Westwater Resources, Global Advanced Metals dan 5E Advanced Materials.

Baca Juga: Eropa Barat Kembali Jadi Kawasan Paling Layak Huni di Dunia, Asia Terus Membaik

"Mineral kritis merupakan bahan baku kekuatan Amerika yang menggerakkan segala sesuatu, mulai dari persenjataan canggih hingga kendaraan. Kami ingin bahan-bahan penting ini ditambang, dimurnikan dan diproduksi di sini, di Amerika Serikat," kata Trump.

Sejumlah pejabat senior turut menghadiri pertemuan tersebut, termasuk Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan pejabat Dewan Keamanan Nasional David Copley.

Dorong Pasokan Mineral untuk Pertahanan

Pemerintahan Trump membutuhkan pasokan mineral kritis untuk mengisi kembali persediaan senjata yang terkuras selama konflik dengan Iran sekaligus mengurangi ketergantungan AS terhadap rantai pasok dari China.

Baca Juga: Dolar AS Tertekan, Data Jobs Lemah Pangkas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Sejumlah eksekutif perusahaan tambang bahkan membawa hadiah untuk Trump dalam pertemuan tersebut.

Tom Albanese, Chairman perusahaan pertambangan laut dalam American Ocean Minerals, memberikan replika emas nodul yang ingin ditambang perusahaannya dari dasar laut Samudra Pasifik.

Trump sebelumnya mengatakan dapat mengabaikan International Seabed Authority yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menerbitkan izin pertambangan dasar laut internasional.

Sementara itu, Jim Litinsky, CEO perusahaan rare earth MP Materials yang mendapat dukungan finansial dari Pentagon, memberikan magnet yang diproduksi untuk General Motors di fasilitas perusahaan di Texas.

Pertemuan tersebut juga dihadiri eksekutif Lithium Americas, yang tengah membangun tambang lithium terbesar di AS; NioCorp, yang membangun tambang scandium untuk memasok kontraktor pertahanan Lockheed Martin; serta Energy Fuels, yang pada Juni memperoleh pinjaman bersyarat US$ 725 juta dari OSC.

Selama perang Iran yang telah berlangsung sekitar lima bulan, pasukan AS menggunakan dalam jumlah besar rudal berpemandu presisi dan pencegat pertahanan udara.

Baca Juga: Donald Trump Kembali Berupaya Pecat Gubernur The Fed Lisa Cook

Pejabat pertahanan dan anggota parlemen AS memperingatkan bahwa pengisian kembali sejumlah persediaan senjata dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun akibat keterbatasan kapasitas produksi.

Namun, pemerintahan Trump membantah laporan mengenai kekurangan persenjataan dalam jumlah signifikan.

Mineral seperti rare earth, tungsten, germanium dan scandium sangat penting untuk memproduksi rudal berpemandu presisi, pesawat tempur, kendaraan lapis baja, sensor inframerah dan berbagai sistem persenjataan canggih lainnya.

Pendanaan Sekolah Pertambangan

Selain mendorong investasi di sektor pertambangan, Departemen Energi AS pada Jumat juga menggelar pertemuan dengan perwakilan dari 14 sekolah pertambangan terakreditasi di AS.

Langkah tersebut bertujuan mendorong minat terhadap karier di industri pertambangan serta meningkatkan jumlah mahasiswa yang masuk ke bidang tersebut.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik US$ 1, Pasar Cemas Perang Iran Belum Berakhir

Departemen Energi mengumumkan hibah senilai US$ 100 juta untuk memperkuat program pendidikan pertambangan. Pemerintah juga menargetkan jumlah lulusan di bidang pertambangan dari universitas-universitas AS dapat meningkat dua kali lipat dalam dua tahun.

"Kita perlu melakukan perubahan sistemik mengenai bagaimana sebagai sebuah bangsa kita ingin memberikan kesempatan kepada mahasiswa terbaik untuk berpartisipasi dalam industri ini," ujar Asisten Menteri Energi AS Audrey Robertson.

Pentagon juga mengatakan akan mendanai proyek senilai US$ 80 juta di tiga sekolah pertambangan AS.

Pejabat AS menilai jaringan luas universitas pertambangan di China menjadi salah satu keunggulan utama negara tersebut dalam mendominasi produksi mineral global.

Sejak kembali menjabat, Trump telah meluncurkan program cadangan strategis mineral senilai US$ 12 miliar, memberikan investasi ekuitas kepada perusahaan yang mengembangkan tambang dan fasilitas pemrosesan mineral di AS, serta berupaya membatasi ketergantungan kontraktor pertahanan terhadap pasokan dari China.

Baca Juga: Daftar Harga iPhone 17 Pro di Berbagai Negara, Turki Paling Mahal

Pemerintahan Trump menilai dukungan pemerintah diperlukan untuk mengimbangi investasi China selama beberapa dekade yang telah membuat Beijing mendominasi sektor pertambangan dan pemrosesan berbagai mineral strategis dunia.




TERBARU

[X]
×