Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - ZURICH. Federasi sepak bola dunia semakin terpecah setelah Presiden FIFA Gianni Infantino menghadapi desakan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Federasi Sepak Bola Norwegia menjadi pihak terbaru yang secara terbuka meminta Infantino mundur.
Baca Juga: AS Optimistis Selat Hormuz Segera Dibuka, Pasokan Minyak Dunia Berpotensi Pulih
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia Lise Klaveness menilai Infantino tidak lagi mendapatkan kepercayaan dari komunitas sepak bola dunia.
Ia mengatakan, sepak bola harus meninggalkan perebutan kekuasaan dan fokus pada reformasi tata kelola.
"Dia tidak memiliki kepercayaan institusional yang dibutuhkan untuk memimpin FIFA secara stabil dalam situasi seperti sekarang. Tidak ada jalan kembali bagi Gianni Infantino," ujar Klaveness dikutip dari Reuters Sabtu (8/8/2026).
"Kerja sama sepak bola internasional sedang berada dalam masalah besar. Kita membutuhkan alasan untuk berkumpul sekarang, dan kami ingin meminta presiden FIFA untuk mengundurkan diri sekarang," lanjutnya.
Desakan tersebut muncul sepekan setelah Infantino membatalkan proposal untuk menghimpun sekitar US$ 4,2 miliar melalui penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia dan turnamen FIFA lainnya.
Baca Juga: Update Daftar Paspor Terkuat di Dunia 2026: Singapura Masih yang Terbaik
UEFA Tetap Ancam Boikot
Konfederasi dan asosiasi sepak bola nasional kini terus menentukan sikap terhadap kepemimpinan Infantino.
Uni Sepak Bola Eropa (UEFA), yang menaungi 55 anggota, tetap pada ancamannya untuk memboikot seluruh agenda yang diselenggarakan FIFA.
UEFA sebelumnya menyatakan sejumlah syarat utama untuk kembali berpartisipasi dalam kompetisi FIFA belum terpenuhi.
UEFA juga menegaskan tetap berkomitmen memboikot Piala Dunia hingga memperoleh jaminan bahwa upaya serupa untuk mengubah struktur komersial sepak bola tidak akan terulang.
Bek timnas Inggris Lucy Bronze mengatakan, para pemain Eropa akan mendukung boikot terhadap kompetisi FIFA jika diperlukan demi kepentingan sepak bola.
UEFA sendiri belum memastikan apakah negara-negara anggotanya akan melewatkan Piala Dunia Putri U-20 FIFA yang akan digelar di Polandia bulan depan.
Federasi Sepak Bola Prancis mengatakan kepada BBC bahwa untuk saat ini Prancis tetap akan berpartisipasi dalam Piala Dunia Putri U-20 FIFA.
Baca Juga: Pemerintah Trump Siapkan US$ 3 Miliar untuk Proyek Mineral Strategis AS
Meksiko dan Argentina Dukung Infantino
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah federasi justru memberikan dukungan kepada Infantino.
Federasi Sepak Bola Meksiko menjadi salah satu pihak terbaru yang menyatakan dukungan terhadap Infantino.
Sikap tersebut bahkan berbeda dengan konfederasi regionalnya, CONCACAF, yang sebelumnya menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Infantino.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada Kamis juga memberikan dukungan bulat terhadap kepemimpinan Infantino.
Sementara itu, konfederasi sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL, menyampaikan kekhawatiran atas tindakan sepihak yang berulang tanpa melalui dialog.
Federasi Sepak Bola Meksiko menegaskan tidak akan mengakui atau menyetujui proses apa pun untuk mengganti Infantino yang dilakukan di luar mekanisme resmi FIFA.
"FMF mendukung kepemimpinan Presiden Infantino untuk terus mendorong perkembangan sepak bola melalui penguatan kelembagaan," ujar federasi tersebut.
Konfederasi sepak bola Asia, AFC, menyatakan solidaritas terhadap UEFA dan CONCACAF. Namun, beberapa dari 47 anggota AFC, termasuk Indonesia, Filipina dan Qatar, telah menyatakan dukungan kepada Infantino.
Di Amerika Selatan, Federasi Sepak Bola Argentina juga menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan FIFA.
Baca Juga: Eropa Barat Kembali Jadi Kawasan Paling Layak Huni di Dunia, Asia Terus Membaik
Masa Depan Infantino di FIFA
Tekanan terhadap Infantino berpotensi membayangi upayanya untuk terpilih kembali untuk masa jabatan keempat pada Kongres FIFA di Maroko pada Maret 2027.
Sebelumnya, peluang Infantino terpilih kembali terlihat hampir tanpa hambatan. Namun, hingga kini belum muncul kandidat kuat yang secara terbuka akan menantangnya.
Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) memuji kinerja FIFA selama satu dekade terakhir, khususnya dalam pengembangan sepak bola global dan tata kelola yang transparan.
Meski mengakui proposal hak komersial tersebut menimbulkan lebih banyak ketidakpastian daripada kepastian dan terdapat sejumlah kesalahan, AFA menilai jalan ke depan adalah tetap bekerja di bawah kepemimpinan FIFA menjelang Kongres tahun depan.
Federasi Sepak Bola Paraguay juga memberikan dukungan kepada Infantino dan menegaskan komitmennya untuk terus bekerja bersama FIFA.
Baca Juga: Dolar AS Tertekan, Data Jobs Lemah Pangkas Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Sebaliknya, Federasi Sepak Bola Kroasia menjadi salah satu asosiasi nasional yang menarik dukungan terhadap Infantino, menyusul langkah serupa yang dilakukan Inggris dan Albania.
Serikat pemain sepak bola internasional FIFPRO pada Kamis juga mengkritik proposal Infantino. FIFPRO menilai proposal tersebut bukan sekadar kegagalan tata kelola, melainkan bentuk penyalahgunaan kekuasaan presiden yang serius.
FIFA sendiri menyatakan seluruh tindakan terkait proposal hak komersial telah sesuai dengan regulasi organisasi. FIFA menegaskan persoalan yang terjadi lebih berkaitan dengan proses dan komunikasi, bukan pelanggaran terhadap aturan tata kelola.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
