kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Presiden FIFA Balas Kritik Piala Dunia: Kalian Terlalu Sibuk Membenci


Senin, 27 Juli 2026 / 19:00 WIB
Presiden FIFA Balas Kritik Piala Dunia: Kalian Terlalu Sibuk Membenci
ILUSTRASI. Presiden FIFA Gianni Infantino membela penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di tengah berbagai kritik yang muncul selama turnamen. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden FIFA Gianni Infantino membela penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di tengah berbagai kritik yang muncul selama turnamen. Menurutnya, para pengkritik telah menyebarkan kebencian dan narasi yang keliru, sehingga gagal melihat keberhasilan turnamen yang dinilai mampu menghadirkan persatuan, keamanan, dan inklusivitas.

Dalam surat terbuka yang dipublikasikan pada Senin (27/7/2026), Infantino menyebut para pengkritik mengabaikan kegembiraan dan semangat kebersamaan yang dirasakan jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia selama turnamen berlangsung.

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berakhir dengan keberhasilan Spanyol meraih gelar juara dunia.

"Kalian begitu larut dalam kebencian dan kritik sehingga melewatkan semua itu," kata Infantino.

Ia juga melontarkan kritik kepada pihak-pihak yang terus menyerang FIFA melalui media maupun platform digital.

Baca Juga: Perhiasan Jadi Penyelamat Industri Barang Mewah, Tas Mewah Kehilangan Daya Tarik

"Kepada mereka yang berada di balik pena dan kertas, atau di balik layar komputer menyebarkan kebencian dan rumor palsu, saya ingin mengatakan bahwa sementara kalian hanya duduk di belakang layar, kami di FIFA berada di garis depan untuk mengorganisasi, bekerja keras, dan menghadirkan pertunjukan terbaik di dunia," ujarnya.

Infantino menegaskan bahwa sepanjang turnamen berlangsung tidak terjadi insiden besar yang mengganggu keamanan.

"Kami tidak mengalami kekerasan, tidak ada insiden, keamanan dan keselamatan terjaga 100 persen, yang ada hanyalah kegembiraan dan kebahagiaan!" ujarnya.

FIFA Diterpa Berbagai Kontroversi

Meski demikian, FIFA menghadapi berbagai sorotan sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia.

Salah satunya adalah perdebatan mengenai pembatasan visa Amerika Serikat yang berdampak pada suporter maupun sejumlah pejabat dari beberapa negara. Selain itu, muncul pula kekhawatiran terkait keikutsertaan tim dari wilayah yang tengah dilanda konflik.

Surat Infantino juga muncul setelah FIFA mendapat kritik atas penanganan kasus disiplin penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Keputusan FIFA untuk menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan secara otomatis setelah Balogun menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina menjadi kontroversial. Kebijakan tersebut diambil setelah adanya intervensi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca Juga: Serangan Houthi Lumpuhkan Jalur Laut Merah, Lalu Lintas Kapal Anjlok

Selain itu, keputusan wasit dalam pertandingan Argentina melawan Mesir juga memicu perdebatan luas di kalangan penggemar maupun pengamat sepak bola.

Meski tidak menyinggung kasus tertentu secara langsung, Infantino menilai berbagai keputusan wasit maupun komisi disiplin yang dipersoalkan selama turnamen sebenarnya merupakan hal yang lazim terjadi di kompetisi sepak bola di berbagai negara.

"Kemungkinan adanya kesalahan dalam pemberian kartu merah atau kartu kuning, maupun keputusan berikutnya untuk tidak menjatuhkan sanksi kepada pemain dalam situasi tertentu, merupakan hal yang rutin terjadi dan diterima secara luas di beberapa liga terbesar di dunia," katanya.

"Menariknya, justru negara-negara yang menerapkan praktik seperti itu yang kini menjadi pihak paling vokal mengkritik."

Kontroversi Visa Jadi Sorotan

Infantino juga menyoroti keikutsertaan sejumlah negara yang menghadapi ketegangan politik, krisis domestik, maupun persoalan kesehatan sebagai bukti bahwa sepak bola mampu melampaui berbagai perbedaan.

Keikutsertaan Iran berlangsung di tengah hubungan yang memanas dengan Amerika Serikat. Di sisi lain, situasi krisis di Haiti serta wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo turut memunculkan persoalan terkait pembatasan visa dan perjalanan.

Bahkan, wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, dilaporkan tidak diizinkan memasuki Amerika Serikat meski telah mengantongi visa yang sah.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Lebih dari 6% Pasca Iran dan AS Sepakat Hentikan Pertempuran

Infantino menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi sarana perdamaian, bukan alat politik.

"Iran memasuki Amerika Serikat tanpa insiden maupun konflik. Tim nasional Iran mendapatkan visa untuk masuk karena sepak bola adalah tentang perdamaian, bukan tentang politik," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa negara-negara yang menghadapi tantangan kesehatan serius maupun persoalan lainnya juga tetap memperoleh izin masuk.

"Negara-negara yang menghadapi masalah kesehatan serius maupun tantangan lainnya tetap diberikan visa," terangnya.

Menurut Infantino, kehadiran Haiti di Piala Dunia juga menjadi bukti bahwa sepak bola mampu membuka perhatian dunia terhadap negara yang selama ini jarang dikunjungi masyarakat internasional.

"Ketika sepak bola membawa Haiti kepada perhatian dunia, sebuah negara yang banyak orang tidak dapat atau memilih untuk tidak kunjungi, mungkin sudah saatnya kalian meletakkan pena dan papan ketik, lalu menunjukkan rasa hormat kepada tim-tim yang telah bertanding," tutupnya.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×