Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Taiwan mengkritik tawaran China yang mengajak warga Taiwan menonton siaran Piala Dunia melalui platform digital China atau datang langsung ke daratan China.
Taipei menilai tawaran tersebut tidak relevan karena masyarakat Taiwan dapat dengan mudah mengakses siaran turnamen tersebut melalui penyedia layanan domestik.
Baca Juga: Ekonomi Selandia Baru Tumbuh 0,8% pada Kuartal I-2026, Konflik Iran Masih Membayangi
Ketegangan terbaru ini bermula setelah Kantor Urusan Taiwan China merespons pertanyaan media pemerintah China mengenai keluhan seorang figur publik Taiwan yang mengaku kesulitan menemukan siaran Piala Dunia di Taiwan.
Juru Bicara Kantor Urusan Taiwan China, Chen Binhua, pada Rabu (17/6/2026), mengatakan China memiliki hak siar untuk seluruh pertandingan Piala Dunia dan membuka akses bagi warga Taiwan untuk menontonnya melalui berbagai platform digital China.
"Kami menyambut saudara-saudara di Taiwan untuk menggunakan situs web, aplikasi, dan platform lainnya di China daratan untuk menyaksikan siaran langsung pertandingan, atau datang ke China untuk menonton pertandingan," ujar Chen dalam konferensi pers.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Aturan FIFA soal Diaspora Ubah Peta Persaingan Tim Nasional
Namun, pada hari yang sama, Dewan Urusan Daratan (Mainland Affairs Council/MAC) Taiwan membantah klaim bahwa masyarakat Taiwan kesulitan mengakses siaran Piala Dunia.
Menurut MAC, sejumlah perusahaan media di Taiwan telah memiliki hak siar resmi dan menayangkan seluruh pertandingan Piala Dunia sehingga warga Taiwan tidak memerlukan layanan dari China.
"Warga Taiwan tidak perlu menggunakan situs web atau aplikasi China untuk menonton pertandingan," kata MAC dalam pernyataan resminya.
Pemerintah Taiwan juga menyindir komentar Beijing tersebut dengan menyebut Kantor Urusan Taiwan terlalu mencampuri urusan yang tidak berkaitan langsung dengan hubungan kedua pihak.
Baca Juga: AS dan Iran Teken Kesepakatan Gencatan Senjata, Trump Tetap Ancam Serangan Baru
"Kantor Urusan Taiwan bahkan merasa perlu mengomentari siaran Piala Dunia. Mereka terlalu peduli terhadap banyak hal yang tidak relevan," tambah MAC.
Perselisihan tersebut terjadi di tengah hubungan yang terus memanas antara Taiwan dan China. Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan secara rutin menawarkan berbagai manfaat ekonomi maupun sosial kepada warga Taiwan sebagai bagian dari upaya mendorong reunifikasi.
Sebaliknya, pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan China dan menegaskan bahwa masa depan pulau tersebut hanya dapat ditentukan oleh rakyat Taiwan sendiri.
Baik Taiwan maupun China tidak berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Saham Inggris Turun Tipis, Investor Menanti Keputusan Bank of England
Meski demikian, pemerintah Taiwan menunjukkan dukungannya kepada dua negara sahabat yang masih mempertahankan hubungan diplomatik resmi dengan Taipei, yakni Paraguay dan Haiti, yang menjadi peserta turnamen tahun ini.
Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung, bahkan mengunggah video di media sosial yang menampilkan dirinya mengibarkan bendera Paraguay dan Haiti sebagai bentuk dukungan.
"Saya sangat senang melihat negara sahabat Taiwan, Paraguay dan Haiti, tampil di panggung sepak bola yang disaksikan dunia," tulis Lin melalui akun media sosialnya.













