Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Alphabet melalui Google akan membeli data internal bisnis Spirit Airlines senilai US$ 10 juta dari maskapai yang tengah menjalani proses kebangkrutan.
Google berencana menggunakan data tersebut untuk pengembangan produk dan melatih model kecerdasan buatan (AI).
Data yang dibeli mencakup email karyawan Spirit Airlines, pesan Microsoft Teams, spreadsheet, kalender, serta data pemasaran, produktivitas, dan operasional perusahaan.
Baca Juga: Bailout Spirit Airlines Menguat, Pemerintah AS Bisa Kuasai Hingga 90% Saham
Spirit menyatakan data tersebut akan melalui proses penghapusan identitas (de-identification) sebelum transaksi rampung. Data yang dijual tidak mencakup informasi pelanggan maupun informasi yang dapat mengidentifikasi individu.
Rencana penjualan tersebut masih menunggu persetujuan pengadilan. Hakim kebangkrutan Amerika Serikat dijadwalkan mempertimbangkan transaksi itu dalam sidang pada Rabu.
"Data tersebut akan digunakan untuk pengembangan produk dan pelatihan model AI," kata Google.
Google bukan satu-satunya pihak yang berminat. Spirit juga menerima tawaran US$7,5 juta dari Mercor, perusahaan yang bergerak di bidang data untuk AI.
Baca Juga: Efek Domino Spirit Airlines: Penumpang Terlantar, Maskapai Lain Ambil Peran
Penjualan data ini merupakan bagian dari upaya Spirit melepas aset setelah menghentikan operasional bisnisnya pada Mei. Maskapai tersebut tertekan oleh beban utang yang tinggi serta kenaikan biaya bahan bakar.
Dengan nilai US$ 10 juta, tawaran Google menjadi salah satu aset yang dapat membantu Spirit memperoleh dana dari proses kebangkrutan, sekaligus menunjukkan meningkatnya nilai data internal perusahaan bagi pengembangan teknologi AI.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
