kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Ekonomi Jepang Tumbuh di Bawah Ekspektasi


Selasa, 18 Agustus 2026 / 07:02 WIB
Ekonomi Jepang Tumbuh di Bawah Ekspektasi
ILUSTRASI. Pelabuhan Tokyo Jepang (Yoshio Tsunoda/AFLO via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Ekonomi Jepang tumbuh lebih lambat dari perkiraan pada kuartal II-2026. Kenaikan biaya bahan baku dan gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah mulai menekan aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat.

Mengutip laporan Reuters, Senin (17/8), data awal menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Jepang tumbuh 1,1% secara tahunan di April-Juni 2026, jauh di bawah perkiraan 2%. Secara kuartalan, ekonomi hanya tumbuh 0,3%, dibanding ekspektasi 0,5%.

Meski melambat, pertumbuhan tersebut memperpanjang ekspansi ekonomi Jepang menjadi tiga kuartal berturut-turut. Pada kuartal sebelumnya, PDB tumbuh 1,9% secara tahunan setelah direvisi naik.

Dari sisi domestik, konsumsi swasta yang menyumbang lebih dari separuh perekonomian Jepang nyaris stagnan. Kondisi ini mencerminkan tekanan kenaikan harga yang menggerus daya beli rumah tangga.

Belanja modal perusahaan juga menjadi penekan pertumbuhan. Investasi turun 1,2% pada kuartal kedua, berbanding terbalik dengan perkiraan pasar yang memprediksi investasi naik 0,4%.

Baca Juga: Panas Ekstrem Gerus Ekonomi Eropa

Sebaliknya, sektor eksternal masih memberikan dukungan. Permintaan Amerika Serikat (AS) terhadap kendaraan hibrida Jepang tetap kuat, sementara investasi global di sektor akal imitasi (AI) menopang ekspor peralatan dan komponen semikonduktor. Permintaan eksternal bersih menyumbang 0,5 poin persentase terhadap pertumbuhan PDB.

Ke depan, kenaikan biaya impor dan tekanan harga di tingkat hulu menjadi risiko bagi konsumsi. Pemerintah Jepang juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun fiskal 2026 menjadi 0,9% dari sebelumnya sebesar 1,3%, seiring kenaikan biaya energi.

Pelemahan konsumsi menjadi perhatian Bank of Japan (BOJ) dalam menentukan suku bunga. Survei Japan Center for Economic Research menunjukkan 37 ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jepang hanya sekitar 0,05% secara tahunan pada kuartal III-2026, menandakan momentum ekonomi berpotensi semakin tipis.

Baca Juga: Iran Ancam Tingkatkan Ketegangan di Selat Hormuz, Ini Penyebabnya




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×