kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Balas Ancaman AS, Iran Ancam Serang Infrastruktur Milik Sekutu AS dan Israel


Minggu, 22 Maret 2026 / 17:50 WIB
Balas Ancaman AS, Iran Ancam Serang Infrastruktur Milik Sekutu AS dan Israel
ILUSTRASI. Iran ancam serang infrastruktur vital di Timur Tengah (REUTERS/Gideon Markowicz)


Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - KAIRO. Iran memperingatkan akan menyerang infrastruktur utama di seluruh Timur Tengah, terutama yang terkait Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ini akan dilakukan jika Presiden AS Donald Trump menindaklanjuti ancamannya untuk menyerang pembangkit listrik Teheran bila Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.

“Menindaklanjuti peringatan sebelumnya, jika infrastruktur bahan bakar dan energi Iran diserang oleh musuh, semua infrastruktur energi, teknologi informasi, dan desalinasi milik AS dan rezim di kawasan itu akan menjadi sasaran,” kata komando operasional militer Iran, dalam sebuah pernyataan di kantor berita Tasnim, Minggu (22/3), seperti dikutip Bloomberg.

Trump mengatakan dalam unggahan di media sosial, Sabtu malam (21/3) waktu AS, ia akan menyerang dan menghancurkan pembangkit listrik Iran, dimulai dari yang terbesar, jika Iran tidak membuka selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka 48 Jam

Komentar dari Trump di platform Truth Social miliknya menandai peningkatan dramatis dalam retorika presiden AS tentang selat tersebut. Sebelumnya Trump sempat mengatakan sedang mempertimbangkan mengakhiri operasi militer dan tanggung jawab untuk menjaga Hormuz akan jatuh ke negara-negara yang bergantung pada pengiriman melalui koridor tersebut.

Serangan terhadap sektor energi Iran dinilai tidak akan berdampak langsung terhadap pasokan energi dunia. Iran memiliki 98 pembangkit listrik tenaga gas alam yang beroperasi, menurut data yang dikumpulkan Bloomberg.

Di antara yang terbesar adalah pembangkit listrik siklus gabungan Damavand, di tenggara Teheran; pembangkit listrik Ramin di utara Ahvaz; dan fasilitas Kerman di Chatroud. Ancaman Trump memulai dengan menyerang fasilitas energi terbesar Iran juga bisa merujuk pada pembangkit nuklir Bushehr.

Baca Juga: Iran Ancam Serang Negara Uni Eropa yang Ikut Bantu AS dan Israel

Perkembangan ini menandai kedua belah pihak tidak bersedia mundur. Perang kini telah memasuki minggu keempat dan mengakibatkan kekurangan bahan bakar di seluruh dunia. AS dan Israel terus menargetkan lokasi-lokasi di Iran, yang juga menembakkan rudal dan drone ke negara Yahudi dan negara-negara Teluk Arab.

Lebih dari 4.000 orang telah tewas di seluruh wilayah tersebut, menurut pemerintah dan lembaga non-pemerintah. Lebih dari tiga perempat korban tewas di Iran.

Di Lebanon, di mana Israel telah meningkatkan serangan terhadap militan Hizbullah yang didukung Iran, jumlah korban tewas lebih dari 1.000. Puluhan orang telah tewas di Israel dan negara-negara Arab.

Baca Juga: Iran Ancam Serang Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Diserang

Serangan rudal Iran terhadap Israel meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pada Sabtu, lebih dari 150 orang terluka akibat serangan Iran di kota-kota selatan Arad dan Dimona, yang namanya diambil dari fasilitas penelitian nuklir di dekatnya.

Media Iran mengatakan itu adalah pembalasan atas serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz miliknya. “Ini adalah malam yang sangat sulit dalam perjuangan untuk masa depan kita,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Para pejabat Iran enggan membahas pembukaan kembali selat tersebut karena mereka fokus untuk bertahan dari serangan AS-Israel, menurut seseorang yang terlibat dalam kontak langsung tingkat tinggi dengan Teheran.




TERBARU

[X]
×