kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.732   13,00   0,07%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bursa Asia Menguat Terbatas, Fokus Bergeser ke Keputusan Bank Sentral Jepang


Selasa, 16 Juni 2026 / 08:34 WIB
Diperbarui Selasa, 16 Juni 2026 / 08:35 WIB
Bursa Asia Menguat Terbatas, Fokus Bergeser ke Keputusan Bank Sentral Jepang
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pasar saham Asia bergerak menguat terbatas pada perdagangan Selasa (16/6/2026) setelah reli sehari sebelumnya yang dipicu kabar kesepakatan damai awal antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Namun, fokus investor kini bergeser ke arah keputusan sejumlah bank sentral utama, terutama Bank of Japan (BOJ) yang diperkirakan kembali menaikkan suku bunga.

Indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,2%, dengan saham Korea Selatan memimpin penguatan. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang justru terkoreksi 0,2% setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi.

Kontrak berjangka saham AS juga bergerak melemah tipis, menandakan investor mulai mengurangi euforia atas perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Baca Juga: Bank Sentral Jepang Diprediksi Akan Naikkan Suku Bunga Sampai Menjadi 1,5%

Pelaku pasar menilai kesepakatan awal antara Washington dan Teheran memang berhasil meredakan kekhawatiran jangka pendek.

Namun, masih banyak isu krusial yang belum terselesaikan, termasuk masa depan program nuklir Iran dan potensi ketegangan baru dengan Israel.

Sejalan dengan sikap hati-hati tersebut, harga minyak yang sempat turun ke level terendah tiga bulan terakhir hanya naik tipis. Minyak Brent menguat 0,6% menjadi US$83,74 per barel.

Kalangan pelayaran di Asia dan Eropa juga memperingatkan bahwa pemulihan kepercayaan untuk kembali melintasi Selat Hormuz secara normal masih membutuhkan waktu beberapa pekan.

Di tengah meredanya perhatian terhadap geopolitik, strategi investor kini tertuju pada arah kebijakan moneter global.

BOJ diperkirakan menaikkan suku bunga hingga 1%, yang akan menjadi level tertinggi dalam 31 tahun terakhir.

Baca Juga: Bank Sentral Jepang BOJ Bersiap Kerek Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

Keputusan ini menjadi sorotan karena dapat memberikan sinyal lebih jelas mengenai normalisasi kebijakan moneter Jepang setelah bertahun-tahun mempertahankan suku bunga sangat rendah.

Analis Mitsubishi UFJ memperkirakan BOJ tidak akan banyak mengubah pandangannya terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Mereka menilai Wakil Gubernur Shinichi Uchida, yang akan memimpin konferensi pers pascakeputusan, kemungkinan besar akan mempertahankan pesan kebijakan yang sebelumnya telah disampaikan Gubernur Kazuo Ueda.

Selain Jepang, investor juga menunggu hasil rapat Reserve Bank of Australia (RBA). Berdasarkan survei Reuters, bank sentral Australia diperkirakan mempertahankan suku bunga dan menghentikan sementara siklus pengetatan kebijakan moneternya.

Di pasar global, dolar AS relatif stabil dengan indeks dolar bertahan di level 99,66. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis menjadi 4,475%.

Sementara itu, aset safe haven emas menguat 0,2% ke US$4.313,87 per ons. Di pasar kripto, bitcoin turun 0,3% ke US$66.245,97, sedangkan ether melemah lebih dalam sebesar 1,2% ke US$1.793,70.

Baca Juga: Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga Menjadi 0,75%, Tertinggi dalam 30 Tahun

Sebelumnya, optimisme atas kesepakatan AS-Iran mendorong reli besar di Wall Street. Indeks S&P 500 melonjak 1,7%, Nasdaq melesat 3,1%, sementara Dow Jones dan indeks STOXX 600 Eropa sama-sama ditutup pada level rekor tertinggi. Namun, pasar kini menilai arah suku bunga global akan menjadi penentu utama pergerakan aset keuangan dalam jangka pendek.




TERBARU

[X]
×