kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Bantah Klaim Iran, Trump: Selat Hormuz Terbuka


Selasa, 18 Agustus 2026 / 20:59 WIB
Bantah Klaim Iran, Trump: Selat Hormuz Terbuka
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung maupun yang dijadwalkan dengan Iran (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung maupun yang dijadwalkan antara AS dengan Iran.

Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa Selat Hormuz dalam kondisi terbuka.

"Tidak ada pembicaraan atau diskusi yang sedang berlangsung, ataupun yang dijadwalkan, dengan Republik Islam Iran. Blokade Angkatan Laut tetap berlaku sepenuhnya. Selat Hormuz terbuka dan beroperasi. Semua ranjau laut telah disingkirkan atau diledakkan," ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Selasa (18/8/2026).

Negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, dalam pernyataan yang dipublikasikan oleh media pemerintah pada hari ini mengatakan bahwa Selat Hormuz  akan tetap ditutup sampai AS memenuhi ketentuan kesepakatan sementara yang ditandatangani dengan Iran pada bulan Juni.

Baca Juga: Selat Hormuz Tetap Ditutup Iran hingga AS Penuhi Syarat Kesepakatan

Ketentuan-ketentuan tersebut mencakup pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pencabutan sanksi minyak, pelepasan aset Teheran yang dibekukan, serta penghentian ancaman dan operasi militer di semua lini, ungkap Qalibaf di hadapan parlemen.

Kesepakatan sementara yang dicapai Iran dan AS pada 17 Juni 2026 dengan cepat mengalami keretakan.

Salah satu persoalan utama yang muncul adalah sengketa mengenai pengendalian Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman.

Sebelum perang berlangsung, sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia mengalir melalui jalur perairan sempit tersebut.

Kondisi tersebut membuat setiap gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap pasokan dan harga energi global.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×