kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.039   37,00   0,21%
  • IDX 5.303   24,31   0,46%
  • KOMPAS100 683   3,49   0,51%
  • LQ45 534   3,64   0,69%
  • ISSI 181   1,13   0,63%
  • IDX30 300   2,15   0,72%
  • IDXHIDIV20 392   3,03   0,78%
  • IDX80 79   0,53   0,68%
  • IDXV30 109   0,98   0,91%
  • IDXQ30 99   0,91   0,93%

Singapura Jadi Importir Minyak Terbesar ASEAN, Indonesia di Posisi Kedua


Rabu, 30 September 2026 / 11:24 WIB
Singapura Jadi Importir Minyak Terbesar ASEAN, Indonesia di Posisi Kedua
ILUSTRASI. Fasilitas pemurnian minyak mentah (REUTERS/Issei Kato)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Singapura menjadi negara dengan impor minyak terbesar di Asia Tenggara sepanjang 2025. Negara tersebut mengimpor sekitar 2,8 juta barel minyak mentah dan produk minyak per hari.

Dengan volume tersebut, Singapura menempati posisi keenam terbesar di dunia dan menyumbang sekitar 3,7% dari total impor minyak global.

Posisi Singapura sebagai importir minyak terbesar di Asia Tenggara tidak terlepas dari perannya sebagai salah satu pusat pengolahan minyak utama di kawasan.

Baca Juga: Impor Emas China Naik Tajam pada 2026, Padahal Jadi Produsen Terbesar Dunia

Pusat Pengolahan Minyak Asia Tenggara

Singapura merupakan salah satu pusat penyulingan minyak terbesar di Asia Tenggara.

Mengutip Visual Capitalist, laporan S&P Global pada Februari 2026 mencatat Singapura memiliki kapasitas penyulingan sekitar 1,27 juta barel per hari.

Negara yang menjadi pusat penyulingan seperti Singapura dapat mencatat impor dalam jumlah besar karena minyak yang masuk tidak seluruhnya digunakan untuk konsumsi domestik.

Sebagian minyak mentah dan produk minyak tersebut dapat diproses di kilang sebelum kemudian diekspor kembali ke negara lain.

Karena itu, besarnya impor minyak Singapura tidak secara langsung menunjukkan tingkat konsumsi minyak domestiknya.

Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik 14% September, Pasar Cermati Konflik AS-Iran

Indonesia Jadi Importir Minyak Terbesar Kedua di ASEAN

Selanjutnya, menurut data OPEC Annual Statistical Bulletin 2026, Indonesia berada di posisi kedua sebagai importir minyak terbesar di Asia Tenggara.

Berdasarkan data OECD yang dikutip dalam laporan tersebut, Indonesia mengimpor sekitar 1,41 juta barel minyak per hari pada 2025.

Indonesia kemudian diikuti Malaysia dengan impor sekitar 1,2 juta barel per hari. Thailand berada di posisi keempat dengan sekitar 1,09 juta barel per hari.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun 2,5%, Ekspor Timur Tengah Mulai Pulih

China Jadi Importir Minyak Terbesar di Asia

Jika cakupannya diperluas ke Asia, China menjadi negara dengan impor minyak terbesar.

China mengimpor hampir 13,8 juta barel minyak per hari pada 2025, setara dengan sekitar 18,1 persen dari total impor minyak dunia.

India menempati posisi kedua di Asia dengan impor sekitar 6,2 juta barel per hari.

Sementara itu, Korea Selatan dan Jepang melengkapi lima besar importir minyak terbesar di Asia dengan volume masing-masing sekitar 3,8 juta barel dan 3,3 juta barel per hari.

Baca Juga: Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih, Arab Saudi Genjot Pengiriman




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×