kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.719   0,00   0,00%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bank Sentral Jepang BOJ Bersiap Kerek Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun


Selasa, 16 Juni 2026 / 08:19 WIB
Bank Sentral Jepang BOJ Bersiap Kerek Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun
ILUSTRASI. Sepasang pengantin mengambil foto pernikahan mereka di depan gedung Bank of Japan di Tokyo, Jepang, (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1% dari 0,75% pada Selasa (16/6/2026). 

Jika terealisasi, langkah tersebut akan membawa suku bunga Jepang ke level tertinggi sejak 1995 sekaligus menegaskan strategi normalisasi kebijakan moneter yang lebih agresif untuk meredam tekanan inflasi.

Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak Desember dan menandai perubahan besar dari era suku bunga ultra-rendah yang selama bertahun-tahun diterapkan Jepang.

BOJ kini semakin fokus mengendalikan lonjakan harga, terutama akibat kenaikan biaya energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.

Pasar juga mencermati bagaimana kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran akan memengaruhi arah kebijakan BOJ ke depan. Meredanya ketegangan berpotensi menurunkan harga energi global dan mengurangi tekanan inflasi, yang dapat memengaruhi tempo kenaikan suku bunga berikutnya.

Meski demikian, sejumlah ekonom menilai BOJ masih akan mempertahankan bias pengetatan. Wakil Gubernur BOJ, Shinichi Uchida, yang akan memimpin konferensi pers usai rapat karena Gubernur Kazuo Ueda menjalani perawatan medis, diperkirakan tetap menegaskan komitmen bank sentral untuk menaikkan suku bunga secara bertahap sambil menyesuaikan perkembangan ekonomi dan inflasi.

Baca Juga: Bank Sentral Jepang Diprediksi Akan Naikkan Suku Bunga Sampai Menjadi 1,5%

Strategi BOJ saat ini tidak hanya diarahkan untuk mengendalikan inflasi, tetapi juga menahan dampak pelemahan yen yang terus mendorong kenaikan harga impor.

Yen yang lemah membuat biaya energi dan bahan baku impor semakin mahal, sehingga meningkatkan tekanan harga di dalam negeri.

Di sisi lain, BOJ mulai bergerak lebih hati-hati karena suku bunga 1% sudah mendekati kisaran netral ekonomi Jepang yang diperkirakan berada pada level 1,1%-2,5%.

Artinya, ruang kenaikan suku bunga berikutnya tetap terbuka, namun akan dilakukan secara lebih terukur agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang, Minoru Kiuchi, berharap BOJ terus berkoordinasi erat dengan pemerintah untuk mencapai target inflasi secara stabil.

Sejak rapat kebijakan terakhir pada April, BOJ telah menaikkan proyeksi inflasi dan memperingatkan risiko inflasi yang melampaui target. Bahkan, tiga dari sembilan anggota dewan BOJ saat itu sudah mengusulkan kenaikan suku bunga ke 1%.

Ekspektasi pasar kini semakin menguat bahwa siklus pengetatan belum berakhir. Survei Reuters menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan BOJ akan kembali menaikkan suku bunga menjadi 1,25% pada kuartal IV 2026 setelah kenaikan ke 1% bulan ini.

Baca Juga: BOJ Siap Naikkan Suku Bunga Jika Inflasi dan Ekonomi Sesuai Proyeksi

Tekanan tersebut juga diperkuat oleh inflasi grosir Jepang yang melonjak ke level tertinggi dalam tiga tahun sebesar 6,3% pada Mei.

Meski inflasi konsumen inti masih tertahan di bawah target 2% berkat subsidi pemerintah, kenaikan harga di tingkat produsen dinilai berpotensi menular ke konsumen dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan kombinasi inflasi yang masih membayangi, harga energi yang belum sepenuhnya stabil, dan pelemahan yen yang berlanjut, strategi BOJ saat ini mengarah pada normalisasi kebijakan secara bertahap namun berkesinambungan, menjadikan kenaikan suku bunga bulan ini kemungkinan bukan yang terakhir pada tahun ini.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×