Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Iran harus menyerah untuk mengakhiri perang dengan AS karena pembicaraan antara kedua negara tetap buntu.
"Mereka harus mengibarkan bendera putih tanda menyerah," kata Trump kepada seorang reporter Fox News selama wawancara telepon.
Kesepakatan sementara yang disetujui pada bulan Juni menyatakan "penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini", tetapi dengan cepat berantakan, dengan Trump mengatakan itu "berakhir" pada 7 Juli dan kementerian luar negeri Iran menyatakan itu "ditangguhkan" seminggu kemudian.
Berdasarkan nota kesepahaman tersebut, Iran dan AS berkomitmen untuk menegosiasikan kesepakatan akhir yang mencakup isu-isu yang lebih luas seperti nasib program nuklir Iran dalam waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama. Hari Senin menandai 60 hari sejak nota kesepahaman tersebut ditandatangani.
Secara terpisah, Oman dan Iran telah melakukan pembicaraan untuk mencoba mencapai kesepakatan guna memulihkan pelayaran komersial di Selat Hormuz, yang mengangkut 20% pasokan minyak dan gas alam cair dunia sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari.
Baca Juga: Iran Ancam Tingkatkan Ketegangan di Selat Hormuz, Ini Penyebabnya
"Jika Oman menghalangi, kita akan membom mereka habis-habisan," kata Trump kepada Fox.
Perselisihan mengenai kendali atas Selat Hormuz telah mendorong kenaikan harga bahan bakar dan memberi tekanan pada Trump untuk mengakhiri perang yang tidak populer di dalam negeri menjelang pemilihan paruh waktu November yang akan menentukan kendali atas Kongres AS.
Trump mengatakan kepada Fox News bahwa pemilihan paruh waktu tidak memengaruhi strateginya terhadap Iran.
"Pemilu paruh waktu tidak ada hubungannya dengan pemikiran saya," katanya.
Sebelumnya pada hari Senin, Trump memposting di platform Truth Social miliknya: "Tujuan nomor satu adalah, dan akan selalu, bahwa Iran tidak dapat memiliki, dalam bentuk apa pun, senjata nuklir," mengulangi salah satu alasan yang telah ia nyatakan untuk perang tersebut.












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
