kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Iran: Selat Hormuz Akan Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Hal Ini


Selasa, 18 Agustus 2026 / 17:19 WIB
Iran: Selat Hormuz Akan Tetap Ditutup Sampai AS Penuhi Hal Ini
ILUSTRASI. Selat Hormuz (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Iran menyatakan, Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat (AS) memenuhi syarat-syarat kesepakatan sementara yang ditandatangani dengan Iran pada bulan Juni 2026.

Demikian dikatakan negosiator utama Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, dalam pernyataan yang diterbitkan media pemerintah Iran pada Selasa (18/8/2026), seperti dikutip Reuters.

Syarat-syarat tersebut mencakup pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, pencabutan sanksi minyak, pelepasan aset Teheran yang dibekukan. Serta penghentian ancaman dan operasi militer di semua lini.

Baca Juga: Popularitas Trump Terendah, Mayoritas Warga AS Khawatir Perang Iran Berlarut

Nota kesepahaman (MoU) yang dicapai pada 17 Juni 2026 itu dengan cepat kandas akibat perselisihan mengenai kendali atas Selat Hormuz, jalur air sempit yang menjadi rute bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global sebelum perang.

Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan itu berakhir pada 7 Juli 2026, dan seminggu kemudian kementerian luar negeri Iran menyatakan kesepakatan tersebut ditangguhkan.

Berdasarkan MoU tersebut, Iran dan AS telah berkomitmen untuk merundingkan kesepakatan final yang mencakup isu-isu lebih luas—seperti nasib program nuklir Iran—dalam waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Reuters pada hari Senin bahwa Iran kini akan beralih ke sikap "sepenuhnya ofensif" menyusul macetnya upaya diplomatik untuk mencapai penyelesaian permanen atas konflik tersebut.

Baca Juga: Trump Sebut Iran Harus Menyerah, Kesepakatan Nuklir Masih Buntu


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×