Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - DUBAI. Rekening bank milik National Iranian Oil Company (NIOC), perusahaan minyak nasional Iran, dibekukan oleh salah satu bank milik negara akibat meningkatnya beban utang. Langkah tersebut menyoroti tekanan keuangan yang semakin besar terhadap perusahaan yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama Iran.
Menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars pada Rabu (5/8/2026), Bank of Industry and Mine tidak mengungkapkan rincian mengenai jumlah utang maupun rekening yang terdampak pembekuan. Fars menyebut tindakan tersebut dilakukan meski undang-undang anggaran Iran memberikan penundaan pembayaran atas sejumlah kewajiban NIOC hingga akhir tahun kalender Iran pada Maret 2027.
Tekanan keuangan NIOC juga terlihat dari masalah pembayaran utang kepada National Development Fund (NDF). Kepala NDF, Mehdi Ghazanfari, mengatakan NIOC tidak akan mampu melunasi utang hampir US$17 miliar kepada lembaga tersebut melalui hasil pengembangan ladang minyak Azadegan, salah satu ladang minyak terbesar Iran.
Baca Juga: Serangan Houthi ke Kapal Tanker Saudi Picu Kenaikan Harga Minyak Tembus US$ 80
Pengembangan ladang minyak Azadegan disebut mengalami perlambatan akibat hambatan birokrasi dan kendala administratif, sehingga rencana pembayaran utang melalui proyek tersebut tidak dapat berjalan sesuai harapan.
"Pembayaran utang NIOC melalui jalur ini (Azadegan) tidak akan berhasil. Sebelumnya ada harapan pembayaran utang dilakukan melalui langkah seperti pengalihan ladang minyak lain, tetapi terdapat kelonggaran dan penundaan karena kondisi saat ini," ujar Ghazanfari seperti dikutip kantor berita semi-resmi Borna.
Ia menambahkan bahwa penyelesaian persoalan tersebut diharapkan dapat dilakukan setelah konflik berakhir dan kondisi kembali normal, merujuk pada perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Sementara itu, kantor hubungan masyarakat NIOC belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.
Kondisi tersebut mencerminkan tekanan keuangan yang semakin berat terhadap NIOC akibat kombinasi sanksi internasional, minimnya investasi selama bertahun-tahun, serta ketergantungan pada pembiayaan domestik yang membebani neraca keuangan perusahaan.
Karena investor asing sebagian besar menjauh dari sektor energi Iran akibat sanksi Amerika Serikat, NIOC semakin bergantung pada lembaga domestik, termasuk NDF, untuk membiayai pengembangan lapangan minyak dan gas. Kondisi ini membuat NDF, yang awalnya dirancang sebagai dana kekayaan negara, berubah menjadi sumber pembiayaan proyek energi dan menyebabkan peningkatan kewajiban utang NIOC.
Selain persoalan utang, NIOC juga menghadapi sengketa dengan otoritas pajak terkait kepatuhan terhadap aturan faktur digital terbaru.
Wakil Kepala Manajemen Keuangan dan Urusan Pajak NIOC, Morteza Rouhi, mengatakan otoritas pajak sebelumnya sempat memblokir dan menarik dana dari sejumlah rekening perusahaan akibat sengketa tersebut. Namun, tindakan penegakan kemudian dihentikan setelah adanya intervensi dari kantor hukum pemerintah.
Baca Juga: Lapangan Kerja AS Melambat, Data ADP Juli Hanya Tambah 44.000 Pekerjaan
Menurut Rouhi, NIOC berpendapat bahwa aktivitas penjualan minyak yang dikendalikan negara serta transaksi ekspor yang bersifat rahasia tidak seharusnya diperlakukan sama seperti aktivitas bisnis komersial biasa.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
