Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat (AS) memperingatkan negara-negara pembeli minyak Iran akan menghadapi sanksi tambahan seiring pengetatan tekanan terhadap Teheran di tengah konflik yang masih berlangsung.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan, pemerintah AS siap menjatuhkan secondary sanctions terhadap pihak yang masih membeli minyak Iran atau menyimpan dana terkait Iran di sistem perbankan mereka.
“Kami telah memberi tahu negara-negara bahwa jika Anda membeli minyak Iran, atau ada dana Iran di bank Anda, kami siap menerapkan sanksi sekunder,” ujarnya dilansir Reuters Rabu (15/4/2026).
Baca Juga: Harga Emas Dunia Melemah Tipis Rabu (15/4), Pasar Cermati Perkembangan AS-Iran
China Diprediksi Hentikan Pembelian
AS meyakini langkah ini akan berdampak besar, khususnya terhadap China yang selama ini menjadi pembeli utama minyak Iran, menyerap lebih dari 80% ekspor minyak negara tersebut.
Menurut Bessent, dengan adanya blokade maritim AS terhadap Iran, pembelian minyak oleh China diperkirakan akan terhenti sementara.
Namun hingga kini, pihak Kedutaan Besar China di AS belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi “tekanan maksimum” Washington terhadap Iran terkait program nuklir dan dukungannya terhadap kelompok militan di Timur Tengah.
Selain itu, Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari dua lusin individu, perusahaan, dan kapal yang terkait dengan infrastruktur transportasi minyak Iran.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Stabil Rabu (15/4), Brent di US$94,93 dan WTI di US$91,2
Blokade dan Penghentian Relaksasi Sanksi
Blokade maritim AS terhadap Iran mulai diberlakukan pada awal pekan ini, memasuki minggu ketujuh konflik. Kebijakan ini diklaim telah menghentikan sepenuhnya aktivitas perdagangan laut Iran.
Sebelumnya, AS sempat memberikan relaksasi sanksi selama 30 hari pada 20 Maret, yang memungkinkan sekitar 140 juta barel minyak Iran masuk ke pasar global guna meredakan tekanan pasokan energi.
Namun, kebijakan tersebut dipastikan tidak akan diperpanjang setelah berakhir pada 19 April.
Selain Iran, AS juga tidak memperpanjang pengecualian untuk minyak Rusia.
Baca Juga: Erdogan Dorong Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran
Bank Asing Ikut Disorot
AS juga mengirimkan surat kepada sejumlah bank di China, Hong Kong, Uni Emirat Arab, dan Oman, memperingatkan bahwa institusi keuangan yang terlibat dalam transaksi ilegal terkait Iran berpotensi dikenai sanksi.
Langkah ini mempertegas upaya Washington untuk memperketat jalur keuangan dan distribusi energi Iran, sekaligus berpotensi memicu ketegangan baru dalam perdagangan global, terutama di sektor energi.













