Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan Ankara tengah berupaya memperpanjang gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, meredakan ketegangan, serta memastikan perundingan tetap berlanjut.
Turki, yang berbatasan langsung dengan Iran, selama ini menjalin komunikasi intensif dengan Amerika Serikat, Iran, dan Pakistan sebagai mediator. Ankara berulang kali menyerukan penghentian perang yang dinilai tidak dapat dibenarkan.
Berbicara di hadapan anggota parlemen pada Rabu (15/4/2026), Erdogan menyebut serangan Israel di Lebanon telah merusak harapan perdamaian. Ia menilai peluang yang tercipta dari gencatan senjata harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Baca Juga: Donald Trump Minta Xi Jinping Tak Pasok Senjata ke Iran
Menurut Erdogan, meskipun meja perundingan belum runtuh, pembicaraan mengalami hambatan, khususnya terkait isu nuklir Iran. Ia juga menyoroti meningkatnya kembali ketegangan di sekitar Selat Hormuz.
"Kami menyampaikan usulan-usulan yang diperlukan dan melakukan berbagai inisiatif untuk meredakan ketegangan, memperpanjang gencatan senjata, dan menjaga agar perundingan tetap berlangsung. Tidak mungkin ada negosiasi dengan tangan yang terkepal," kata Erdogan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa perundingan dengan Iran dapat segera dilanjutkan dan berpotensi menghasilkan kesepakatan, setelah negosiasi akhir pekan di Pakistan berakhir tanpa terobosan berarti.
Trump juga meminta dunia untuk menantikan “dua hari yang luar biasa” terkait perkembangan diplomasi tersebut.
Baca Juga: Jepang Siapkan Dana US$10 Miliar untuk Bantu Asia Amankan Pasokan Energi
Sumber diplomatik Turki menyebut para menteri luar negeri dari Turki, Pakistan, Arab Saudi, dan Mesir akan bertemu di sela-sela forum diplomasi di Antalya, Turki selatan, pada akhir pekan ini.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga dijadwalkan hadir dalam forum tersebut.
Erdogan menilai masih ada sejumlah persoalan rumit yang membutuhkan waktu panjang untuk diselesaikan. Namun, ia optimistis sebagian besar hambatan dapat diatasi apabila semua pihak fokus pada manfaat perdamaian dan mengambil langkah dengan perspektif jangka panjang.













