Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Kamis (9/4/2026). Ini karena pelaku pasar berhati-hati menunggu perkembangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, sekaligus menanti rilis laporan inflasi penting dari AS yang dapat memberikan sinyal arah suku bunga.
Harga emas spot tercatat US$ 4.719,6 per troy ons pada pukul 11.09 WIB, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 0,89% ke US$ 4.734,50 per ounce.
Brian Lan, Managing Director GoldSilver Central, mengatakan, harga emas tidak menunjukkan pergerakan signifikan saat ini. "Masih banyak spekulasi terkait apa yang akan terjadi pasca-gencatan senjata," kata dia.
Baca Juga: Dolar AS Melemah, Gencatan Senjata AS-Iran Dipertanyakan
Lan memprediksi emas akan terkonsolidasi di kisaran US$ 4.607 hingga US$ 4.860 dalam waktu dekat.
Kekhawatiran atas pasokan minyak dari wilayah Timur Tengah yang terdampak konflik membuat harga minyak meningkat, seiring keraguan bahwa gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran dapat bertahan.
Pada Rabu, Israel melancarkan serangan udara paling besar ke Lebanon hingga menewaskan ratusan orang, memicu ancaman balasan dari Iran.
Sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai 28 Februari, harga emas spot turun lebih dari 10%, terdorong kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga energi. Emas, yang tidak menghasilkan bunga, biasanya lebih diminati saat suku bunga rendah.
Notulen rapat Federal Reserve 17–18 Maret menunjukkan beberapa anggota bank sentral AS menilai kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk menahan inflasi yang masih di atas target 2%, terutama terkait dampak perang Iran.
Investor kini menunggu data inflasi AS, termasuk Personal Consumption Expenditures (PCE) Februari yang akan dirilis hari ini, serta data Consumer Price Index (CPI) Maret pada Jumat, untuk petunjuk kebijakan moneter Fed selanjutnya.
Menurut catatan Standard Chartered, di luar kebutuhan likuiditas jangka pendek, harga emas akan terus menguat dalam beberapa bulan mendatang di tengah risiko geopolitik yang meningkat.
Di pasar logam lainnya, perak spot turun 0,5% ke US$ 73,71 per ounce, platinum turun 0,6% ke US$ 2.017,26, dan palladium melemah 0,4% ke US$ 1.549,18.
Baca Juga: Tur Dunia BTS Arirang Dimulai, Pendapatan Diproyeksi Capai US$ 1,8 Miliar
Ketidakpastian geopolitik dan arah suku bunga global diprediksi akan tetap menjadi faktor utama pergerakan harga logam mulia dalam beberapa pekan mendatang.













