kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.083   44,00   0,26%
  • IDX 7.268   -11,18   -0,15%
  • KOMPAS100 1.005   -1,86   -0,18%
  • LQ45 732   -1,28   -0,18%
  • ISSI 262   1,38   0,53%
  • IDX30 393   -5,31   -1,33%
  • IDXHIDIV20 480   -6,69   -1,37%
  • IDX80 113   -0,14   -0,13%
  • IDXV30 133   -1,33   -0,99%
  • IDXQ30 127   -1,82   -1,41%

Dolar AS Melemah, Gencatan Senjata AS-Iran Dipertanyakan


Kamis, 09 April 2026 / 10:52 WIB
Dolar AS Melemah, Gencatan Senjata AS-Iran Dipertanyakan
ILUSTRASI. Nilai Tukar Terlemah Sepanjang Sejarah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Nilai tukar dolar Amerika Serikat melemah pada perdagangan Kamis (9/4/2026) setelah mengalami tekanan luas, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap keberlangsungan gencatan senjata rapuh antara Amerika Serikat dan Iran.

Kesepakatan gencatan senjata yang baru berjalan dua minggu ini dinilai berada di ujung tanduk. Situasi diperumit oleh konflik paralel yang masih berlangsung antara Israel dan kelompok milisi Hezbollah di Lebanon. Teheran bahkan menuduh Israel dan AS melanggar kesepakatan, serta menyebut kelanjutan pembicaraan damai sebagai langkah yang tidak masuk akal.

Ketegangan geopolitik juga berdampak pada jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang masih ditutup bagi kapal tanpa izin. Kondisi ini membuat perusahaan pelayaran menahan diri untuk melintas, sehingga mendorong kenaikan harga minyak global.

Baca Juga: Tur Dunia BTS Arirang Dimulai, Pendapatan Diproyeksi Capai US$ 1,8 Miliar

Analis pasar dari Matsui Securities, Sho Suzuki, menyebut mulai muncul keraguan apakah gencatan senjata dapat bertahan atau bahkan benar-benar diwujudkan secara permanen.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama seperti yen dan euro tercatat turun tipis 0,01% ke level 99,05. Euro naik 0,01% ke US$ 1,1663, sementara pound sterling juga menguat tipis ke US$ 1,3393.

Yen Jepang melemah 0,13% ke level 158,8 per dolar, setelah sebelumnya sempat menguat menyusul kabar gencatan senjata. Pelemahan ini dipengaruhi pandangan bahwa kebijakan fiskal Jepang berpotensi kembali ekspansif jika konflik berkepanjangan.

Pasar kini memperkirakan peluang 55% kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan dalam pertemuan bulan ini. Namun, ketidakpastian situasi di Iran bisa memengaruhi keputusan tersebut.

Gubernur BOJ Kazuo Ueda dijadwalkan memberikan keterangan di parlemen pada Kamis, yang dinantikan sebagai petunjuk arah kebijakan selanjutnya.

Di tengah konflik Timur Tengah yang telah berlangsung lima minggu, dolar AS justru menjadi salah satu aset yang diuntungkan. Hal ini karena AS merupakan eksportir energi bersih, sehingga relatif lebih tahan terhadap lonjakan harga minyak dibandingkan negara importir seperti Jepang dan banyak negara Eropa.

Konflik tersebut juga memicu gangguan terbesar dalam pasokan minyak dan gas global, serta mengguncang kepercayaan investor.

Analis menilai posisi Iran kini lebih kuat dalam mengendalikan akses pelayaran di Selat Hormuz, terutama setelah Presiden Donald Trump melunak dari ancaman sebelumnya untuk menyerang infrastruktur sipil Iran.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data belanja konsumen dan indeks inflasi PCE Amerika Serikat. Analis dari Mitsubishi UFJ Bank menyebut pasangan dolar-yen kemungkinan masih bergerak terbatas, namun data ekonomi AS yang kuat bisa mendorong penguatan dolar.

Baca Juga: Glencore Sewa Supertanker untuk Muat Minyak Timur Tengah ke Asia

Di pasar lain, dolar Australia melemah 0,13%, sementara dolar Selandia Baru menguat tipis. Di pasar kripto, Bitcoin turun 0,61% ke US$ 70.944, sedangkan Ethereum melemah 1,35% ke US$ 2.180.

Ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter global diperkirakan masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar dalam waktu dekat.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×