kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.982   23,00   0,13%
  • IDX 5.789   -112,98   -1,91%
  • KOMPAS100 763   -19,90   -2,54%
  • LQ45 579   -10,88   -1,85%
  • ISSI 198   -3,27   -1,62%
  • IDX30 330   -5,23   -1,56%
  • IDXHIDIV20 410   -3,71   -0,90%
  • IDX80 87   -1,84   -2,09%
  • IDXV30 109   -1,61   -1,45%
  • IDXQ30 107   -0,80   -0,74%

Bursa China dan Hong Kong Lesu Kamis (11/6), Waspadai Serangan Baru AS ke Iran


Kamis, 11 Juni 2026 / 11:40 WIB
Bursa China dan Hong Kong Lesu Kamis (11/6), Waspadai Serangan Baru AS ke Iran
ILUSTRASI. Hong Kong - Indeks Hang Seng (REUTERS/Tyrone Siu)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham China dan Hong Kong melemah pada perdagangan Kamis (11/6/2026), tertekan oleh aksi jual saham teknologi serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah.

Melansir Reuters, pada jeda perdagangan siang, indeks acuan Shanghai Composite turun 0,7%, sementara indeks unggulan CSI300 terkoreksi lebih dalam sebesar 1,1%.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga berada di zona merah dengan penurunan 1,1%.

Baca Juga: AS dan Iran Saling Serang Lagi, Ancaman Perang Timur Tengah Kian Membesar

Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi yang bergerak melemah seiring sentimen negatif di pasar saham Asia.

Indeks STAR 50 yang berisi saham-saham teknologi China turun 1,1%, sedangkan indeks ChiNext yang menaungi perusahaan rintisan di Shenzhen merosot 1,8%. Sementara itu, indeks saham teknologi Hong Kong terkoreksi sekitar 2%.

Pelemahan tersebut sejalan dengan tren negatif di kawasan. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun sekitar 1%, sementara bursa Taiwan dan Jepang juga bergerak melemah.

Sentimen pasar turut dibebani oleh meningkatnya etegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke sejumlah target di Iran.

Baca Juga: Bank DBS Singapura Akan Menawarkan Emas Fisik yang Ditokenisasi ke Pelanggan Ritel

Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut apabila kesepakatan damai dengan Teheran tidak segera tercapai.

Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Di sisi lain, pasar juga mencermati perkembangan sektor kecerdasan buatan (AI) yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak reli saham teknologi.

Analis HSBC Qianhai Securities menilai prospek belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan penyedia layanan cloud masih cukup kuat sehingga berpotensi menopang permintaan perangkat keras AI.

Meski demikian, mereka menyarankan investor untuk menerapkan strategi investasi yang lebih seimbang antara saham terkait AI dan sektor lainnya pada paruh kedua tahun ini.

Baca Juga: Rupiah dan Won Pimpin Pelemahan Mata Uang Asia Sepanjang 2026

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menyoroti data inflasi Amerika Serikat yang meningkat pada laju tercepat dalam tiga tahun terakhir pada Mei 2026.

Lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah dinilai dapat memperkuat alasan bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Perhatian investor kini juga tertuju pada rilis data kredit China untuk Mei 2026 yang akan menjadi indikator penting dalam mengukur kesehatan ekonomi negara tersebut.

Data tersebut dinantikan setelah penyaluran pinjaman baru dalam mata uang yuan secara tak terduga mengalami kontraksi pada April lalu.


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×