kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Trump Ungkap Dua Opsi Hadapi Iran: Biarkan Ekonomi Terpuruk atau Serang Keras


Selasa, 11 Agustus 2026 / 23:12 WIB
Trump Ungkap Dua Opsi Hadapi Iran: Biarkan Ekonomi Terpuruk atau Serang Keras
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya tengah mempertimbangkan sejumlah opsi dalam menghadapi Iran, mulai dari membiarkan perekonomian Teheran terus terpuruk hingga melakukan serangan militer yang lebih keras.

Dalam wawancara dengan Real America's Voice yang dirilis pada Senin (10/8/2026) malam, Trump menyebut Iran sebagai negosiator yang "licik" dan mengatakan dirinya saat ini berada dalam posisi untuk bernegosiasi dengan Teheran.

Baca Juga: Yield US Treasury Turun, Pasar Menimbang Damai AS-Iran dan Data Inflasi

"Saya semacam sedang bernegosiasi. Mereka adalah negosiator yang sangat licik," ujar Trump dalam wawancara melalui telepon tersebut, dikutip Reuters, Selasa (11/8/2026).

Trump mengatakan salah satu opsi yang dapat dilakukan AS adalah mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Iran dan membiarkan kondisi ekonomi negara tersebut semakin memburuk.

"Lakukan apa yang saya lakukan sekarang: terus berjalan dan lihat betapa buruknya kondisi mereka," kata Trump.

Menurut dia, kondisi ekonomi Iran saat ini sudah sangat tertekan. Trump juga mengklaim AS mengendalikan aset Iran yang telah dibekukan.

"Secara ekonomi, mereka berantakan. Mereka tidak bisa meminjam uang. Kami mengendalikan uang mereka, apa yang mereka miliki, yang jumlahnya banyak. Mereka punya banyak, dan kami memiliki kendali penuh atasnya. Saya adalah bankir mereka," ujar Trump.

Namun, Trump juga menyebut opsi lain yang jauh lebih agresif, yakni meningkatkan tekanan militer terhadap Iran.

"Opsi lainnya adalah menghantam mereka dengan sangat, sangat keras," katanya.

Baca Juga: SEBI Perketat Derivatif, Kerugian Investor Ritel India Turun 18% Jadi US$9,61 miliar

Trump Klaim AS Tak Kekurangan Amunisi

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menepis kekhawatiran mengenai berkurangnya persediaan amunisi militer AS akibat konflik.

Menurut Trump, AS masih terus meningkatkan produksi amunisi dalam jumlah besar. Ia juga menyalahkan mantan Presiden AS Joe Biden atas berkurangnya persediaan senjata.

"Kami baik-baik saja dengan amunisi... Kami membangunnya seperti orang gila," ujar Trump.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa militer AS telah menggunakan sebagian besar persediaan rudal jarak jauh berpresisi tinggi selama perang.

Baca Juga: Nvidia Sedang Mengembangkan Open Source Nemotron 4

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kesiapan militer AS menghadapi konflik lain di masa depan.

Trump menyebut penurunan persediaan tersebut terjadi karena pemerintahan Biden telah mengirim senjata dalam jumlah besar ke Ukraina.

"Alasannya persediaannya lebih rendah adalah karena dia (Biden) memberikan senilai US$300 miliar kepada Ukraina," kata Trump.

Pernyataan Trump muncul di tengah perkembangan diplomatik terkait konflik AS-Iran. Pakistan pada Selasa mengatakan AS dan Iran semakin dekat dengan "semacam" kesepakatan.

Sementara itu, Qatar menyebut pembicaraan mengenai pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz telah memasuki tahap lanjut.

Namun, ketegangan masih berlangsung setelah muncul laporan mengenai serangan baru terhadap kapal-kapal di perairan kawasan tersebut.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×