Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham China dan Hong Kong ditutup melemah pada Kamis (23/4/2026), seiring meningkatnya sikap hati-hati investor akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah.
Melansir Reuters, Indeks blue-chip CSI300 dan Shanghai Composite masing-masing turun 0,3%. Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong merosot 1%.
Sentimen pasar memburuk setelah Iran menyita dua kapal di Selat Hormuz, memperketat kontrol atas jalur pelayaran strategis tersebut.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Melonjak, Dongkrak Pasar Otomotif Eropa Maret 2026
Aksi ini terjadi sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian serangan tanpa batas waktu, namun belum diikuti tanda-tanda dimulainya kembali perundingan damai.
Dari sisi sektoral, saham logam non-ferrous memimpin pelemahan dengan penurunan 3,9%. Sebaliknya, saham energi justru naik 2,9% ke level tertinggi dua pekan, sementara indeks batu bara menguat 2,2%.
Saham semikonduktor turun 1,6% setelah laporan bahwa Micron Technology mendorong Kongres AS untuk memperketat penjualan peralatan chip ke perusahaan China.
Di sisi lain, saham sektor konsumsi menunjukkan kinerja lebih baik, dengan saham produsen minuman keras di pasar domestik China naik 2,1%.
Manajer portofolio di T. Rowe Price Wenli Zheng menilai, meskipun sektor konsumsi tradisional belum pulih sepenuhnya, peluang pertumbuhan masih terbuka di segmen tertentu.
Baca Juga: Laba Hyundai Turun 31% pada Kuartal I-2026, Konflik Timur Tengah Tekan Bisnis
“Peluang struktural tetap ada, terutama pada sektor dengan pertumbuhan lebih cepat seperti perjalanan dan hiburan, serta perusahaan dengan model bisnis inovatif seperti ritel diskon dan minuman segar,” ujarnya.
Di Hong Kong, saham-saham teknologi turun sekitar 2%, sementara sektor kesehatan melemah 3,4%.
Sementara itu, saham Huaqin Technology melonjak 17% pada debutnya di bursa Hong Kong setelah berhasil menghimpun dana sebesar HK$4,6 miliar melalui penawaran saham perdana (IPO).













