Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Bursa saham China ditutup menguat tajam pada perdagangan Selasa (6/1/2026), mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu dekade.
Kenaikan ini didorong reli saham sektor logam non-ferrous dan keuangan, di tengah sentimen investor yang tetap positif menjelang libur Tahun Baru Imlek. Bursa Hong Kong juga berakhir di zona hijau.
Indeks saham unggulan China, CSI300, dan Indeks Komposit Shanghai sama-sama ditutup naik 1,5%. Sementara itu, indeks acuan Hang Seng di Hong Kong menguat 1,4%.
Baca Juga: Bursa China Cetak Rekor, Terkerek Ekspektasi Kesepakatan Dagang AS-China
Indeks Komposit Shanghai bahkan sempat menyentuh level tertinggi sejak Juli 2015. Sejak pertengahan Desember lalu, indeks ini telah naik lebih dari 6%.
Sektor logam non-ferrous dan material memimpin penguatan, baik di pasar domestik maupun luar negeri, masing-masing melonjak 4,1% dan 4,6%. Kenaikan ini seiring harga tembaga yang menembus rekor tertinggi. Saham perusahaan tambang Zijin Mining melesat 6,2%.
Sektor keuangan juga mencatatkan kinerja kuat. Saham asuransi melonjak, dengan New China Life Insurance naik 6,5% seiring ekspektasi peningkatan penjualan produk pada tahun baru. Saham perusahaan sekuritas turut menguat lebih dari 4%.
Analis UBS menilai risiko penurunan pasar pada Januari relatif terbatas. Arus dana dinilai kembali masuk ke tema-tema populer, dengan peluang kenaikan jangka pendek sebelum aktivitas pasar melambat selama libur panjang.
Baca Juga: Saham Australia Cetak Rekor Tertinggi, Ditopang Lonjakan Saham Litium
“Kenaikan pasar saham China sejak Desember telah meningkatkan kepercayaan investor. Banyak yang berencana tetap aktif hingga Festival Musim Semi 2026 yang jatuh lebih lambat dari biasanya,” tulis UBS dalam catatannya.
UBS juga mempertahankan rekomendasi saham unggulan tahun lalu, dengan tetap overweight pada saham teknologi dan internet. Bank tersebut menilai kemajuan kecerdasan buatan (AI) masih akan menjadi pendorong pertumbuhan.
Selain itu, UBS memfavoritkan rantai pasok energi surya untuk memanfaatkan ekspansi global penyimpanan energi serta kebijakan domestik China terkait upaya mengatasi persaingan berlebihan.
Baca Juga: Bursa Saham China Menguat ke Level Tertinggi dalam Satu Dekade
Di Hong Kong, saham-saham teknologi besar melanjutkan penguatan untuk sesi ketiga berturut-turut dengan kenaikan 1,5%. Saham Baidu tercatat mencapai level tertinggi sejak Agustus 2023.












