Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Saham China dan Hong Kong turun tajam pada perdagangan awal Senin (23/3/2026), karena eskalasi perang di Timur Tengah mengguncang pasar keuangan global.
Melansir Reuters, Indeks blue-chip China, CSI300, dan Shanghai Composite Index sama-sama turun sekitar 2% pada pembukaan. Sementara itu, Hang Seng Index Hong Kong anjlok hampir 3%.
Baca Juga: Harga Emas Turun Lebih dari 3% Saat Ketegangan Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi
Peningkatan ketegangan dipicu oleh pernyataan Iran pada Minggu, yang mengatakan akan menyerang sistem energi dan air negara-negara Teluk jika Presiden AS Donald Trump menindaklanjuti ancamannya untuk menghantam jaringan listrik Iran dalam 48 jam.
Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam perang yang telah memasuki minggu ketiga.
"Arah harga minyak ke depan dan dampaknya terhadap pertumbuhan global serta kondisi keuangan bergantung pada berapa lama Selat Hormuz tetap ditutup, yang sangat tidak pasti," ujar Goldman Sachs dalam catatan analis mereka.
Baca Juga: Bursa Australia Jatuh ke Level Terendah 10 Bulan pada Senin (23/3/2026)
Para investor kini mencemaskan ketidakpastian pasokan energi, mengingat Selat Hormuz memegang peranan penting sebagai jalur pengiriman minyak global.
Dampaknya terhadap ekonomi China tergantung pada kondisi permintaan domestik serta gangguan pasokan dari luar negeri.













