kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa Australia Terkoreksi Jumat (8/5) Pagi, AS dan Iran Kembali Saling Serang


Jumat, 08 Mei 2026 / 09:14 WIB
Bursa Australia Terkoreksi Jumat (8/5) Pagi, AS dan Iran Kembali Saling Serang
ILUSTRASI. Bursa Australia (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Jumat (8/5/2026) dipicu aksi jual di saham sektor keuangan dan pertambangan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali saling melancarkan serangan.

Situasi tersebut menimbulkan keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata di Timur Tengah dan menekan minat investor terhadap aset berisiko.

Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 1% menjadi 8.788,40 pada pukul 00.25 GMT. Sehari sebelumnya, indeks utama Australia itu sempat menguat 1%.

Baca Juga: Indeks Nikkei Tergelincir dari Rekor Tertinggi Jumat (8/5), Saham SoftBank Tertekan

Meski demikian, secara mingguan ASX 200 masih berpeluang mencatat kenaikan tipis sekitar 0,5%, ditopang optimisme pasar dalam dua sesi terakhir terkait peluang negosiasi damai antara AS dan Iran.

Namun, sentimen positif tersebut memudar setelah pecah bentrokan baru semalam.

Harga minyak mentah juga sempat melonjak hingga 3% menyusul perkembangan konflik terbaru, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi.

Saham sektor perbankan turun 1,3% dan diperkirakan menutup pekan ini relatif stagnan. Westpac menjadi penekan terbesar indeks sektor keuangan setelah diperdagangkan tanpa hak dividen atau ex-dividend.

Baca Juga: China Tinggalkan Diesel? Penjualan Truk Listrik Melesat di Tengah Krisis Timur Tengah

Tiga bank besar Australia lainnya juga bergerak di zona merah.

Di sisi lain, saham Macquarie bergerak berlawanan arah dan sempat menyentuh level tertinggi setelah bank investasi terbesar Australia itu membukukan laba tahunan tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Kinerja tersebut didukung lonjakan pendapatan dari bisnis komoditas yang diuntungkan volatilitas pasar akibat konflik Timur Tengah.

Sektor sumber daya alam juga membebani indeks utama. Saham BHP turun 1,6%, Rio Tinto melemah 1,2%, dan Fortescue terkoreksi 1,8%.

Meski begitu, sektor tambang masih berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 4,4% dan berpotensi mengakhiri tren pelemahan dua pekan berturut-turut.

Di kelompok saham tambang emas, Northern Star Resources turun 0,5% dan Evolution Mining melemah 0,4%.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik 1% Jumat (8/5) Pagi, AS dan Iran Kembali Saling Serang

Sektor kesehatan dan industri turut menyeret indeks acuan, masing-masing turun 0,8% dan 0,7%.

Sementara itu, saham platform properti REA Group sempat melonjak hingga 3,8% ke level tertinggi tiga bulan setelah perusahaan mencatat kenaikan laba operasional kuartal III sebesar 16% serta memangkas proyeksi biaya tahun fiskal 2026.

Di Selandia Baru, indeks S&P/NZX 50 turun 0,9% menjadi 13.145,45. Meski terkoreksi, indeks tersebut masih berpotensi mencatat kenaikan mingguan sekitar 1,3% dan memperpanjang tren penguatan untuk pekan kedua berturut-turut.




TERBARU

[X]
×