Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia memangkas penguatan dan berakhir relatif stabil pada perdagangan Kamis (6/8), seiring kenaikan harga minyak setelah muncul laporan bahwa Iran tengah mengkaji pembatasan bagi kapal-kapal dari negara yang dianggap bermusuhan untuk melintasi Selat Hormuz.
Mengutip Reuters, harga emas spot nyaris tidak berubah di level US$ 4.244,29 per ons troi pada pukul 14.50 EDT (18.50 GMT). Sebelumnya, emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 18 Juni pada awal perdagangan.
Sehari sebelumnya, harga emas melonjak lebih dari 4%, menjadi kenaikan harian terbesar sejak Februari.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup turun tipis sekitar 0,1% ke US$ 4.299,60 per ons troi.
Kenaikan harga minyak dipicu laporan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, yang menyebut sebuah komite parlemen Iran tengah membahas rancangan undang-undang awal untuk melarang kapal-kapal Amerika Serikat, Israel, dan negara lain yang dianggap "bermusuhan" melintasi Selat Hormuz.
Menyusul laporan tersebut, harga minyak melonjak lebih dari US$ 3 per barel.
"Rancangan undang-undang Iran ini berdampak pada pasar karena memicu kekhawatiran inflasi jika harga minyak mentah kembali naik," ujar analis pasar di American Gold Exchange, Jim Wyckoff.
Kenaikan Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi
Harga energi yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi karena produsen akan meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen.
Kondisi ini dapat mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk mengendalikan inflasi.
Menurut Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) masih menjadi faktor utama yang menentukan pergerakan harga emas.
Ia mengatakan data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis pada Jumat (7/8) akan menjadi acuan penting bagi pasar dalam memperkirakan langkah suku bunga The Fed.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September sebesar sekitar 57%, sedangkan peluang kenaikan pada Desember mencapai 84%.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) memegang emas, karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.
"Sejumlah dana yang sebelumnya berada di luar pasar mulai kembali masuk ke emas kemarin setelah beberapa level teknikal berhasil ditembus," kata Haberkorn.
Meski sempat menguat dalam dua hari terakhir, harga emas masih berada sekitar 24% di bawah rekor tertingginya di level US$ 5.594,82 per ons troi yang dicapai pada akhir Januari.
Logam Mulia Lain Bergerak Beragam
Pergerakan logam mulia lainnya cenderung bervariasi. Harga perak spot turun 0,9% menjadi US$ 61,54 per ons troi.
Sementara itu, harga platinum melemah 0,6% ke US$ 1.724,64 per ons troi, sedangkan paladium menguat 0,6% menjadi US$ 1.371,48 per ons troi.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
