kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.769   76,00   0,43%
  • IDX 6.472   34,94   0,54%
  • KOMPAS100 854   3,84   0,45%
  • LQ45 650   2,67   0,41%
  • ISSI 224   1,43   0,64%
  • IDX30 361   1,91   0,53%
  • IDXHIDIV20 451   3,16   0,71%
  • IDX80 97   0,42   0,44%
  • IDXV30 124   0,56   0,45%
  • IDXQ30 116   0,68   0,59%

Harta Susut US$ 65 Miliar, Miliarder Ini Terlempar dari Daftar 10 Orang Terkaya Dunia


Kamis, 17 September 2026 / 11:28 WIB
Harta Susut US$ 65 Miliar, Miliarder Ini Terlempar dari Daftar 10 Orang Terkaya Dunia
ILUSTRASI. Bernard Arnault, Ketua dan CEO LVMH (Reuters/Gabriel Bouys)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Kekayaan Bernard Arnault merosot tajam sepanjang 2026. Sekarang, namanya terlempar dari daftar orang terkaya di dunia.

Bos raksasa barang mewah LVMH tersebut kehilangan sekitar US$65 miliar atau setara Rp1.150,5 triliun sejak awal tahun.

Penurunan tersebut membuat Arnault terlempar dari jajaran 10 orang terkaya di dunia dalam Bloomberg Billionaires Index.

Miliarder asal Prancis itu sebelumnya sempat menjadi orang terkaya di dunia dan beberapa kali bertukar posisi dengan sejumlah taipan teknologi.

Arnault sudah tidak berada di posisi 10 besar Bloomberg Billionaires Index sejak 11 September 2026. Saat itu, pria berusia 77 tahun tersebut berada di peringkat ke-11 dengan kekayaan bersih sekitar US$143 miliar.

Kekayaannya kemudian terus menyusut. Penurunan sekitar US$65 miliar sejak awal 2026 menjadi yang terbesar di antara 500 orang terkaya di dunia dalam indeks Bloomberg.

Dalam catatan Forbes pun sang raja barang mewah sudah keluar dari 10 besar. Forbes menempatkan Arnault di peringkat ke-14 dengan kekayaan bersih sekitar US$128 miliar.

Baca Juga: Harta Orang Terkaya di Jepang Naik US$19 Miliar dalam 9 Hari, Miliarder Lain Merosot

Penjualan LVMH Melemah

Salah satu faktor yang memengaruhi kekayaan Arnault adalah kinerja bisnis LVMH. Grup barang mewah tersebut menghadapi tekanan di sejumlah pasar penting.

Menurut Bloomberg, perang di Timur Tengah ikut berdampak terhadap permintaan produk-produk LVMH di sejumlah destinasi belanja utama, termasuk Dubai.

China juga menjadi tantangan bagi perusahaan. Penjualan LVMH di salah satu pasar barang mewah terbesar dunia tersebut terdampak reaksi publik terkait sengketa merek dagang dengan jaringan teh lokal Molly.

Arnault membangun kekayaannya selama puluhan tahun dengan mengembangkan kerajaan bisnis yang menaungi sejumlah merek mewah ternama dunia.

Portofolio LVMH mencakup Louis Vuitton, Dior, TAG Heuer dan berbagai merek global lainnya.

Baca Juga: Daftar Selebriti Terkaya di Dunia 2026: Sutradara Steven Spielberg di Puncak

Sempat Jadi Orang Terkaya di Dunia

Arnault pernah menduduki posisi orang terkaya di dunia beberapa kali sejak akhir 2022.

Berdasarkan laporan Forbes, posisi tersebut sempat diperebutkan Arnault dengan sejumlah miliarder teknologi, termasuk pendiri Amazon Jeff Bezos dan CEO Tesla Elon Musk.

Namun, perkembangan kekayaan para miliarder teknologi dan penurunan nilai kekayaan Arnault membuat posisinya di jajaran teratas berubah cukup signifikan.

Setelah Arnault keluar dari 10 besar Bloomberg, daftar tersebut kini sepenuhnya diisi miliarder Amerika Serikat.

Elon Musk berada di posisi pertama dengan kekayaan sekitar US$917 miliar. Posisi berikutnya ditempati oleh pendiri Alphabet Larry Page dan Sergey Brin, pendiri Amazon Jeff Bezos, serta CEO Dell Technologies Michael Dell.

Kekayaan lima orang tersebut berada di kisaran US$251 miliar hingga US$299 miliar.

Daftar 10 besar kemudian dilengkapi Mark Zuckerberg, Larry Ellison, Steve Ballmer, Jensen Huang dan Warren Buffett.

Baca Juga: Clearlake Capital Kuasai 100% Chelsea, Todd Boehly Resmi Tinggalkan Klub




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×