kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.997.000   -24.000   -0,79%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

AS dan China Bahas Perdagangan Pertanian hingga Mineral Kritis dalam Pertemuan Paris


Senin, 16 Maret 2026 / 06:04 WIB
AS dan China Bahas Perdagangan Pertanian hingga Mineral Kritis dalam Pertemuan Paris
ILUSTRASI. Bendera AS dan China (Ng Han Guan/Pool/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pejabat ekonomi tinggi dari Amerika Serikat (AS) dan China menggelar pembicaraan yang disebut berlangsung “sangat stabil” di Paris pada Minggu (15/3).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah potensi kesepakatan perdagangan yang dapat dipertimbangkan oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan mereka di Beijing pada akhir Maret.

Dua sumber yang mengetahui jalannya pertemuan mengatakan diskusi tersebut mencakup peluang kerja sama di sektor pertanian, mineral kritis, serta mekanisme perdagangan terkelola (managed trade).

Baca Juga: Perusahaan Australia Lynas Teken Kesepakatan Pasok Rare Earth ke AS

Pertemuan di kantor pusat Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Paris itu dipimpin oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng.

Menurut sumber tersebut, pembicaraan berlangsung secara terbuka dan konstruktif serta dapat menghasilkan sejumlah kesepakatan awal yang berpotensi diumumkan saat kunjungan Trump ke China.

Meski demikian, keputusan akhir terkait berbagai proposal kerja sama tersebut tetap berada di tangan kedua pemimpin negara.

Dalam pembahasan sektor pertanian, pihak China menunjukkan keterbukaan untuk meningkatkan pembelian produk pertanian AS, termasuk daging unggas, daging sapi, serta komoditas tanaman selain kedelai.

Selain itu, China juga disebut tetap berkomitmen membeli 25 juta ton kedelai asal AS setiap tahun selama tiga tahun ke depan.

Pembicaraan ini menjadi kelanjutan dari sejumlah pertemuan yang digelar kedua negara sepanjang tahun lalu untuk meredakan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Baca Juga: Harga Minyak Berpotensi Naik Lagi, Konflik Timur Tengah Ancam Fasilitas Ekspor

Selain Menteri Keuangan AS, diskusi sebelumnya juga melibatkan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer serta kepala negosiator perdagangan China Li Chenggang.

“Semua pertemuan ini bertujuan menciptakan stabilitas, dan hari ini berlangsung sangat stabil,” kata salah satu sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.

Bahas Mekanisme Perdagangan Baru

Kedua negara juga membahas pembentukan mekanisme formal baru untuk mengelola hubungan perdagangan dan investasi antara AS dan China.

Salah satu proposal yang dibahas adalah pembentukan “Board of Trade” yang bertujuan mengidentifikasi produk dan sektor yang dapat meningkatkan perdagangan kedua negara secara seimbang tanpa mengorbankan keamanan nasional atau rantai pasok strategis.

Selain itu, ada pula rencana pembentukan “Board of Investment” yang akan menangani isu investasi spesifik antara kedua negara, meski tidak menetapkan kebijakan investasi secara luas.

Baca Juga: Anomali Perang Iran: AS Optimis Usai Cepat, Iran Tegas Tolak Negosiasi

Pembicaraan teknis mengenai dua mekanisme tersebut dijadwalkan berlanjut pada Senin (16/3/2026).

Dalam diskusi tersebut, pejabat AS juga menyoroti pasokan mineral kritis dari China yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan Amerika.

Salah satu kekhawatiran yang diangkat adalah terbatasnya akses industri kedirgantaraan AS terhadap yttrium dari China, mineral yang digunakan dalam turbin mesin jet.

Selain itu, pejabat AS juga mendorong China untuk meningkatkan pembelian sejumlah produk strategis dari Amerika Serikat, termasuk pesawat buatan Boeing serta energi seperti batu bara, minyak, dan gas alam.




TERBARU

[X]
×