Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pemerintah Jepang menegaskan siap mengambil langkah tegas di pasar valuta asing apabila diperlukan, setelah nilai tukar yen melemah hingga menembus level 163 per dolar Amerika Serikat (AS), level terendah dalam hampir 40 tahun.
Melansir Reuters, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama pada Rabu (22/7/2026) mengatakan, sikap pemerintah tidak berubah terkait upaya menjaga stabilitas nilai tukar.
Baca Juga: Militer AS Rampungkan Gelombang Serangan ke-11 ke Iran, Sasar Infrastruktur Militer
"Sikap kami sama sekali tidak berubah. Jika diperlukan, kami akan mengambil tindakan tegas secara tepat dan kapan saja," ujar Katayama kepada wartawan di Kementerian Keuangan Jepang.
Meski demikian, Katayama menolak memberikan komentar mengenai level nilai tukar tertentu.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah kurs dolar AS terhadap yen menembus 163 yen per dolar, level tertinggi sejak 1986.
Sementara itu, diplomat mata uang utama Jepang, Atsushi Mimura, tidak memberikan komentar saat ditemui wartawan di Kementerian Keuangan pada hari yang sama.
Pelemahan yen terjadi seiring penguatan dolar AS secara luas di pasar global.
Dolar mendapat dukungan dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah gelombang terbaru serangan di kawasan tersebut mendorong kenaikan harga minyak dan memicu kekhawatiran bahwa inflasi global kembali meningkat.
Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis Rabu (22/7) Pagi, Brent ke US$ 91,51 & WTI ke US$ 84,64
Pelaku pasar kini mencermati kemungkinan pemerintah Jepang kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang yen.
Sebelumnya, Tokyo telah melakukan intervensi pada April dan Mei ketika nilai tukar yen melemah hingga melampaui 160 yen per dolar AS.
Langkah tersebut sempat memberikan dukungan sementara terhadap mata uang Jepang, meski dampaknya kemudian memudar seiring berlanjutnya penguatan dolar AS.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
