kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.925   38,00   0,21%
  • IDX 6.350   9,90   0,16%
  • KOMPAS100 839   0,06   0,01%
  • LQ45 634   -2,56   -0,40%
  • ISSI 218   -0,08   -0,04%
  • IDX30 357   -1,38   -0,39%
  • IDXHIDIV20 442   -1,22   -0,28%
  • IDX80 95   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 119   0,24   0,21%
  • IDXQ30 114   -0,51   -0,44%

Harga Minyak Naik Tipis Rabu (22/7) Pagi, Brent ke US$ 91,51 & WTI ke US$ 84,64


Rabu, 22 Juli 2026 / 08:31 WIB
Harga Minyak Naik Tipis Rabu (22/7) Pagi, Brent ke US$ 91,51 & WTI ke US$ 84,64
ILUSTRASI. Harga Minyak Dunia (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia naik tipis pada awal perdagangan Rabu (22/7/2026) setelah Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke sasaran militer Iran. Pasar mengkhawatirkan eskalasi konflik akan semakin mengganggu pasokan energi global.

Hingga awal perdagangan Rabu, harga minyak mentah Brent naik 0,55% atau 50 sen menjadi US$ 91,51 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 0,36% atau 30 sen ke US$ 84,64 per barel dalam perdagangan yang relatif sepi.

Baca Juga: Yen Tembus 163 per Dolar AS, Pasar Waspadai Intervensi Bank Sentral Jepang

Kenaikan tersebut terjadi setelah harga minyak pada Selasa ditutup di level tertinggi dalam lima pekan.

Sentimen utama berasal dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah pasukan AS menyerang sejumlah target di wilayah selatan dan barat Iran.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap fasilitas militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Militer AS pada Rabu menyatakan telah memulai gelombang serangan terbaru terhadap target militer Iran untuk malam ke-11 secara berturut-turut.

Serangan tersebut berlangsung tidak lama setelah militer Kuwait mengumumkan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sejumlah drone Iran.

Baca Juga: 10 Rekor Lionel Messi di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo Ikut Tersalip

Aksi saling serang antara kedua negara memicu kekhawatiran baru terhadap kelancaran pasokan minyak global.

Risiko tersebut semakin meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran membuka front baru dalam konflik dengan mengancam akan menyerang kapal-kapal yang mengangkut minyak Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb serta mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi.

Selat Bab el-Mandeb yang berada di pintu masuk selatan Laut Merah kini menjadi jalur yang semakin penting bagi ekspor minyak mentah Arab Saudi.

Peran jalur tersebut meningkat karena lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz menurun tajam setelah gencatan senjata antara AS dan Iran yang sempat tercapai sebelumnya runtuh pada awal bulan ini.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan perang yang dijalankan negaranya terhadap Iran telah menelan biaya sekitar US$ 37,5 miliar, atau bertambah hampir US$ 8 miliar dibandingkan estimasi resmi sebelumnya.

Baca Juga: Kerek Cadev, Pakistan Minta Fasilitas Stabilisasi Nilai Tukar US$ 10 Miliar ke AS

Sementara itu, data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah dan produk distilat AS meningkat pada pekan lalu, sedangkan stok bensin justru mengalami penurunan.

Pelaku pasar kini menunggu data resmi persediaan energi mingguan dari U.S. Energy Information Administration (EIA) yang dijadwalkan dirilis pada Rabu.

Data tersebut akan menjadi petunjuk baru mengenai kondisi permintaan dan pasokan minyak di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar di dunia.




TERBARU

[X]
×