kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.520   20,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa Asia: KOSPI dan Saham Taiwan Melejit Senin (4/5), Rupiah Dekati Rekor Terlemah


Senin, 04 Mei 2026 / 13:17 WIB
Bursa Asia: KOSPI dan Saham Taiwan Melejit Senin (4/5), Rupiah Dekati Rekor Terlemah
ILUSTRASI. Bursa Asia - Kospi Korea (REUTERS/Kim Soo-hyeon)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Senin (4/5/2026), dengan indeks di Korea Selatan dan Taiwan mencetak rekor tertinggi, seiring meredanya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong optimisme investor terhadap sektor teknologi.

Di sisi lain, mayoritas mata uang Asia cenderung melemah akibat tingginya harga minyak.

Melansir Reuters, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pemerintahnya akan memulai upaya untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz, meski tanpa rincian lebih lanjut.

Baca Juga: Bank of Korea Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga, Didorong Kenaikan Inflasi

Pernyataan tersebut sempat menekan harga minyak, dengan kontrak berjangka Brent turun tipis 0,1% menjadi US$108,11 per barel, setelah sebelumnya melemah pada akhir pekan lalu.

Meski begitu, harga minyak yang masih tinggi tetap menjadi tekanan bagi negara-negara pengimpor energi bersih seperti Indonesia dan Filipina.

Direktur riset ACCM Glenn Yin menyebut, kondisi ini berdampak pada neraca perdagangan dan inflasi, sehingga menekan mata uang seperti rupiah dan peso.

Nilai tukar rupiah tercatat melemah ke level Rp17.360 per dolar AS, mendekati rekor terlemah sepanjang masa di Rp17.385 yang sempat terjadi pekan lalu.

Tekanan terhadap rupiah semakin besar akibat lonjakan harga minyak, ditambah kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal dan tata kelola di dalam negeri.

Baca Juga: Donald Trump Siap Amankan Kapal di Selat Hormuz, Tanker Dilaporkan Diserang

Sementara itu, peso Filipina juga melemah 0,2% ke level 61,403 per dolar AS. Ketergantungan tinggi terhadap impor minyak dari Timur Tengah membuat prospek mata uang tersebut tertekan.

Sepanjang 2026, peso telah melemah sekitar 4,3%, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia setelah rupee India.

Di pasar saham, sentimen positif terutama datang dari sektor teknologi. Indeks saham Korea Selatan dan Taiwan melonjak hingga 4,7%, didorong kinerja kuat perusahaan semikonduktor di dalam negeri maupun Amerika Serikat.

Produsen chip terbesar kedua dunia, SK Hynix, mencatat kenaikan saham hingga 12,3% ke level tertinggi sepanjang masa, dengan kinerja yang telah melonjak lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini.

Sementara itu, Samsung Electronics juga menyentuh rekor tertinggi baru.

Di Taiwan, raksasa manufaktur chip TSMC melonjak 7%, memperkuat reli sektor semikonduktor global yang masih ditopang oleh tren kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Mayoritas Mata Uang Asia Loyo Senin (4/5) Pagi, Rupiah Paling Terpukul

“Tema AI masih mendominasi, terutama pada sektor semikonduktor sebagai tulang punggung rantai pasok. Kinerja laba, penjualan, dan margin masih solid,” ujar Chief Investment Officer Vantage Point Asset Management, Nick Ferres.

Di kawasan lain, bursa Singapura naik 0,6%, didorong penguatan saham DBS Group yang mencapai level tertinggi tiga bulan setelah mencatatkan laba kuartal I di atas ekspektasi.

Adapun pasar saham Indonesia turut menguat 0,6%, sementara Filipina naik 0,7%.

Dari sisi data ekonomi, inflasi Indonesia pada April tercatat sebesar 0,13% secara bulanan, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 0,42%.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data inflasi Filipina dan produk domestik bruto (PDB) Indonesia untuk menilai dampak konflik Timur Tengah terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×