kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.260   38,00   0,22%
  • IDX 7.084   -22,56   -0,32%
  • KOMPAS100 958   -3,26   -0,34%
  • LQ45 684   -2,25   -0,33%
  • ISSI 256   -0,99   -0,39%
  • IDX30 379   -0,56   -0,15%
  • IDXHIDIV20 464   -1,40   -0,30%
  • IDX80 107   -0,34   -0,32%
  • IDXV30 136   -0,47   -0,34%
  • IDXQ30 121   -0,40   -0,33%

Bursa Asia Bergerak Datar Selasa (28/4), Pasar Tunggu Kinerja Big Tech dan Sinyal BOJ


Selasa, 28 April 2026 / 08:23 WIB
Bursa Asia Bergerak Datar Selasa (28/4), Pasar Tunggu Kinerja Big Tech dan Sinyal BOJ
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Asia bergerak cenderung datar pada Selasa (28/4/2026), mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Investor menahan diri di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, sembari menanti rilis kinerja emiten teknologi global dan keputusan suku bunga dari sejumlah bank sentral utama, termasuk Bank of Japan (BOJ).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Selasa (28/4) Pagi: Brent ke US$108,68 dan WTI ke US$96,96

Melansir Reuters, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun tipis 0,12%, namun masih bertahan di dekat rekor tertinggi yang dicapai sehari sebelumnya.

Sepanjang April, indeks ini berada di jalur kenaikan sekitar 17%, setelah sempat terkoreksi 13,5% pada Maret.

Di Jepang, indeks Nikkei turun 0,5% setelah mencetak rekor baru pada sesi sebelumnya. Sementara itu, kontrak berjangka saham AS menguat tipis 0,1% pada perdagangan Asia.

Pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan titik terang.

Baca Juga: Trump “Tak Suka” Proposal Iran, Negosiasi Nuklir Terancam Gagal Total

Presiden AS Donald Trump dikabarkan tidak puas dengan proposal terbaru dari Teheran karena tidak mencakup isu program nuklir.

Kondisi ini membuat konflik yang telah berlangsung selama dua bulan berada dalam kebuntuan, dengan jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz masih terganggu.

Penutupan jalur ini menjadi perhatian utama karena biasanya mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas global.

Fokus pasar pekan ini juga tertuju pada kebijakan moneter global. Selain BOJ, bank sentral utama seperti Federal Reserve AS, Bank of England, dan Bank Sentral Eropa dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga.

Mayoritas diperkirakan menahan suku bunga, namun pasar menanti sinyal kebijakan ke depan di tengah tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi.

Baca Juga: Selat Taiwan Makin Panas, 2 Kapal Perang China Terendus Dekati Basis Militer Penghu

BOJ diperkirakan belum akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan kali ini, tetapi berpotensi memberikan sinyal pengetatan kebijakan ke depan. Hal ini untuk mengantisipasi tekanan inflasi yang dipicu konflik Timur Tengah.

Nilai tukar yen berada di level 159,33 per dolar AS, mendekati ambang 160 yang dikhawatirkan memicu intervensi otoritas Jepang. Yen telah bergerak di kisaran ini sejak awal Maret.

Sementara itu, euro stabil di US$ 1,1725, dengan indeks dolar AS berada di posisi 98,452. Dolar sempat menguat pada Maret sebagai aset safe haven, namun melemah seiring harapan tercapainya kesepakatan damai, sebelum kembali stabil akibat mandeknya negosiasi.

Harga minyak masih menjadi faktor risiko utama. Minyak mentah Brent berada di kisaran US$ 108,13 per barel, mendekati level tertinggi dalam tiga pekan terakhir, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di US$ 96,48 per barel.

Baca Juga: Raja Charles Tiba di AS untuk Kunjungan Kenegaraan di Tengah Ketegangan Perang Iran

Di sisi lain, investor juga menanti laporan kinerja raksasa teknologi seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Apple.

Hasil kinerja ini akan menjadi indikator penting apakah lonjakan investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) benar-benar menghasilkan pertumbuhan bisnis yang nyata.

Analis menilai, meskipun pasar saham menunjukkan optimisme, pergerakan di pasar obligasi dan komoditas masih mencerminkan kehati-hatian terhadap risiko geopolitik yang berlanjut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×