Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Taiwan mendeteksi dua kapal perang China yang beroperasi di perairan dekat Kepulauan Penghu di Selat Taiwan, dan telah mengerahkan kekuatan laut serta udara untuk memantau pergerakan tersebut, kata Kementerian Pertahanan di Taipei.
China, yang menganggap Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai bagian dari wilayahnya, hampir setiap hari mengirim kapal perang dan pesawat militernya ke perairan dan wilayah udara di sekitar pulau itu. Aksi tersebut menuai kecaman dari pemerintah Taiwan.
Mengutip Reuters, meski Kementerian Pertahanan Taiwan rutin memberikan pembaruan harian mengenai posisi pesawat militer China, mereka jarang merinci lokasi operasi kapal perang China. Biasanya detail semacam itu hanya diumumkan ketika Taiwan mendeteksi kapal induk, seperti yang terjadi pekan lalu.
Pada Senin malam, kementerian menyebut sebuah kapal perusak (destroyer) dan sebuah fregat (frigate) China telah memasuki perairan di sebelah barat daya Kepulauan Penghu. Wilayah ini merupakan lokasi pangkalan besar angkatan laut dan udara Taiwan serta berada dekat sisi Taiwan di Selat Taiwan.
Baca Juga: AS dan Iran Bentrok di PBB! Ini Faktor Utama yang Menyebabkan Washington Murka
"Militer Taiwan memantau secara ketat formasi kapal tersebut dan merespons secara tepat dengan mengerahkan kekuatan laut dan udara,” tambah kementerian, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Kementerian juga merilis foto berwarna kedua kapal yang diambil dari udara, namun tidak menyebutkan lokasi persisnya.
Kementerian Pertahanan China belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Awal bulan ini, Beijing menyatakan aktivitas militer rutin China di sekitar Taiwan adalah “sepenuhnya sah dan masuk akal”, serta menyalahkan pemerintah Taipei atas meningkatnya ketegangan.
Tonton: Deal Besar RI-Rusia! Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia
Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing, dan menegaskan hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan pulau tersebut.












