kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.222   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.107   -22,97   -0,32%
  • KOMPAS100 961   -5,51   -0,57%
  • LQ45 687   -4,03   -0,58%
  • ISSI 257   -1,74   -0,67%
  • IDX30 379   -2,57   -0,67%
  • IDXHIDIV20 465   -6,38   -1,35%
  • IDX80 108   -0,59   -0,55%
  • IDXV30 136   -1,32   -0,96%
  • IDXQ30 121   -1,18   -0,97%

AS dan Iran Bentrok di PBB! Ini Faktor Utama yang Menyebabkan Washington Murka


Selasa, 28 April 2026 / 05:25 WIB
AS dan Iran Bentrok di PBB! Ini Faktor Utama yang Menyebabkan Washington Murka
ILUSTRASI. Amerika Serikat geram setelah Iran terpilih sebagai wakil ketua konferensi nuklir PBB. Keputusan ini memicu perdebatan sengit. (Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Amerika Serikat dan Iran terlibat adu argumen di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (27/4), menyusul terpilihnya Teheran sebagai salah satu dari puluhan wakil ketua dalam konferensi selama sebulan untuk meninjau implementasi Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty/NPT).

Mengutip Reuters, konferensi peninjauan implementasi NPT ke-11, yang mulai berlaku pada 1970, resmi dimulai pada Senin di markas besar PBB, New York. Berbagai kelompok negara menominasikan total 34 wakil ketua konferensi.

Ketua konferensi, Duta Besar Vietnam untuk PBB Do Hung Viet, menyatakan Iran dipilih oleh “kelompok negara non-blok dan negara-negara lain.”

Namun, Amerika Serikat mengecam keras keputusan tersebut.

Christopher Yeaw, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Biro Pengendalian Senjata dan Nonproliferasi, menyebut pemilihan Iran sebagai sebuah “penghinaan” terhadap NPT.

Ia menegaskan bahwa “tidak terbantahkan Iran telah lama menunjukkan sikap meremehkan komitmen nonproliferasi dalam NPT,” serta menolak bekerja sama dengan badan pengawas nuklir PBB untuk menyelesaikan pertanyaan terkait program nuklirnya.

Yeaw menyebut pemilihan Iran sebagai sesuatu yang “sangat memalukan dan menjadi noda bagi kredibilitas konferensi ini.”

Baca Juga: AS Kaji Proposal Terbaru Iran untuk Akhiri Kebuntuan Perang, Ini Isi Usulan Teheran

Menanggapi hal tersebut, Reza Najafi, yang menjabat sebagai duta besar Iran untuk Badan Energi Atom Internasional (IAEA), menolak pernyataan AS dan menyebutnya tidak berdasar dan bermuatan politik.

“Tidak dapat dibenarkan bahwa Amerika Serikat, sebagai satu-satunya negara yang pernah menggunakan senjata nuklir, serta negara yang terus memperluas dan memodernisasi persenjataan nuklirnya... justru mencoba menempatkan dirinya sebagai penentu kepatuhan pihak lain,” kata Najafi dalam pertemuan itu.

Isu nuklir menjadi inti konflik perang dua bulan antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan pada Minggu bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Iran sejak lama menuntut Washington mengakui haknya memperkaya uranium. Teheran menyatakan pengayaan tersebut hanya untuk kepentingan damai, namun negara-negara Barat menilai hal itu berpotensi digunakan untuk membuat senjata nuklir.

Iran bersikeras tidak mengembangkan senjata nuklir. Meski demikian, IAEA dan komunitas intelijen AS secara terpisah menilai bahwa Iran pernah memiliki program pengembangan senjata nuklir yang dihentikan pada 2003.

Tonton: Detik-Detik Tembakan Di Gedung Putih! Trump Dievakuasi, Pelaku Ternyata Guru

Pada Senin, sumber-sumber Iran mengungkap proposal terbaru Teheran untuk mengakhiri konflik. Dalam proposal itu, Iran mengusulkan agar pembahasan program nuklir ditunda hingga perang berakhir dan sengketa pelayaran di kawasan Teluk selesai.

Trump dan para pejabat tinggi keamanan nasional AS menggelar pertemuan pada Senin untuk membahas konflik tersebut. Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan bahwa “garis merah Presiden terkait Iran sudah disampaikan dengan sangat jelas, bukan hanya kepada publik Amerika, tetapi juga kepada pihak Iran.”




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×