kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.158   1,00   0,01%
  • IDX 7.621   -2,20   -0,03%
  • KOMPAS100 1.052   -3,78   -0,36%
  • LQ45 757   -2,62   -0,35%
  • ISSI 277   -0,92   -0,33%
  • IDX30 403   -0,40   -0,10%
  • IDXHIDIV20 488   -0,78   -0,16%
  • IDX80 118   -0,36   -0,30%
  • IDXV30 138   0,41   0,30%
  • IDXQ30 129   -0,01   -0,01%

Gencatan Senjata Israel-Lebanon Berlaku, Trump: AS-Iran Bertemu Akhir Pekan Ini


Jumat, 17 April 2026 / 05:35 WIB
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Berlaku, Trump: AS-Iran Bertemu Akhir Pekan Ini
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Evan Vucci)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada Kamis (16/4/2026), seiring meningkatnya optimisme bahwa konflik Iran mendekati akhir.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga menyebut pertemuan lanjutan antara AS dan Iran berpotensi digelar pada akhir pekan ini.

Trump mengatakan Iran telah menawarkan komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama lebih dari 20 tahun.

Baca Juga: Pemasok Cokelat Kit Kat Memprediksi Laba Tahun Ini Terpangkas 15%

Isu program nuklir Teheran sebelumnya menjadi salah satu hambatan utama dalam perundingan yang berlangsung di Islamabad akhir pekan lalu.

“Kita akan lihat nanti. Tapi saya pikir kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih dilansir dari Reuters.

Perang dengan Iran yang dimulai sejak 28 Februari, menyusul serangan AS-Israel, telah menewaskan ribuan orang dan memicu lonjakan harga minyak dunia.

Jika gencatan senjata di Lebanon membuka jalan bagi kesepakatan yang lebih luas dengan Iran, hal ini akan menjadi capaian penting bagi pemerintahan Trump, yang sejauh ini masih berupaya membuka kembali Selat Hormuz dan membatasi ambisi nuklir Iran.

Baca Juga: Harga Emas Stabil Kamis (16/4), Pasar Cermati Negosiasi Damai AS-Iran

Suasana perayaan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Beirut saat gencatan senjata mulai berlaku pada tengah malam. Tembakan perayaan terdengar selama sekitar setengah jam.

Trump juga menyatakan belum dapat memastikan apakah gencatan senjata dua pekan dengan Iran yang telah disepakati sebelumnya perlu diperpanjang.

Namun, ia menegaskan bahwa Teheran menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan.

“Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Iran saat ini, meskipun sulit dipercaya. Ini hasil dari tekanan militer selama beberapa pekan dan blokade yang kuat,” ujarnya.

Dalam perundingan sebelumnya, AS mengusulkan penghentian seluruh aktivitas nuklir Iran selama 20 tahun, sementara Teheran mengajukan moratorium selama tiga hingga lima tahun.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Kamis (16/4), Dibayangi Skeptisisme Negosiasi AS-Iran

Washington juga meminta agar uranium yang telah diperkaya dipindahkan keluar dari Iran, sementara Teheran menuntut pencabutan sanksi internasional.

Sumber yang mengetahui perundingan menyebutkan mulai muncul titik temu terkait pengelolaan stok uranium yang diperkaya tinggi, dengan kemungkinan sebagian material dipindahkan ke luar negeri.

Gencatan senjata di Lebanon bertujuan menghentikan konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, yang kembali memanas sejak awal Maret.

Trump mengaku telah melakukan komunikasi intensif dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.

Ia bahkan berencana mengundang keduanya ke Gedung Putih untuk melanjutkan pembahasan perdamaian.

Iran menyambut baik gencatan senjata tersebut dan menyebutnya sebagai bagian dari kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan.

Baca Juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Lebanon-Israel: Perdamaian Baru atau Jeda Sementara?

Namun, sejumlah isu krusial masih menjadi tantangan dalam negosiasi, termasuk masa depan program nuklir Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.

Sumber diplomatik menyebutkan Kepala Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, yang berperan sebagai mediator utama, telah melakukan terobosan dalam menjembatani perbedaan antara kedua pihak.

Meski demikian, perbedaan mendasar terkait program nuklir masih belum sepenuhnya terselesaikan.

AS disebut menawarkan pelonggaran sanksi dan pencairan aset Iran sebagai bagian dari kesepakatan, sementara Teheran mensyaratkan jaminan keamanan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelum membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa pasukan AS tetap siaga untuk melanjutkan operasi militer jika kesepakatan tidak tercapai.

Perkembangan terbaru ini meningkatkan harapan pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik global, meski ketidakpastian masih membayangi jalannya proses diplomasi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×