kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Ancaman Konflik AS-Iran Mereda: Pasar Global Terhindar Gejolak Besar


Rabu, 08 April 2026 / 15:53 WIB
Ancaman Konflik AS-Iran Mereda: Pasar Global Terhindar Gejolak Besar
ILUSTRASI. USA-STOCKS/OIL (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: KONTAN.co.id | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengambil langkah mengejutkan dengan mengumumkan penangguhan operasi militer terhadap Republik Islam Iran.

Langkah ini diambil menyusul komunikasi intensif antara Presiden Donald Trump dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Jenderal Asim Munir dari Pakistan.

Baca Juga: Iran-AS Gencatan Senjata: Harga Minyak Anjlok, Saham Melonjak

Dalam pernyataan resminya, Trump menegaskan bahwa AS setuju untuk menghentikan aksi pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Namun, moratorium militer ini bukan tanpa syarat.

Washington menuntut Iran untuk segera menyepakati pembukaan Selat Hormuz secara total, permanen, dan aman bagi lalu lintas internasional.

"Ini akan menjadi gencatan senjata dua sisi (double-sided ceasefire). Alasan kami melakukannya adalah karena militer AS telah mencapai, bahkan melampaui seluruh target operasionalnya," tegas Trump, Rabu (8/4).

BREAKING: Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan! Iran Sebut AS Mundur?

Trump mengklaim bahwa saat ini proses menuju kesepakatan perdamaian jangka panjang di Timur Tengah sudah menunjukkan kemajuan signifikan. Pemerintah AS mengaku telah menerima proposal poin per poin dari Teheran yang dinilai sebagai basis kerja yang masuk akal untuk dinegosiasikan.

Hampir seluruh poin perselisihan masa lalu antara Washington dan Teheran diklaim telah mencapai titik temu. Periode dua minggu ini akan dimanfaatkan kedua belah pihak untuk memfinalisasi dan meratifikasi perjanjian tersebut secara tuntas.

"Atas nama Amerika Serikat, dan mewakili negara-negara di Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan bagi saya melihat masalah menahun ini mendekati resolusi akhir," tandas Trump dalam pernyataan tertulis yang diunggah di akun media sosial White House, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio 8 April 2026.

Baca Juga: AS Turun Tangan di Selat Hormuz, Trump Klaim Kemenangan Total

Kesepakatan ini tercapai di tengah ancaman eskalasi besar, sekaligus menjadi titik balik penting untuk meredakan konflik yang sempat mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah dan jalur perdagangan energi dunia.

Dalam perjanjian tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk menghentikan serangan militer langsung dan menahan operasi besar selama masa gencatan senjata berlangsung. Namun, kesepakatan ini bersifat sementara dan belum mencerminkan perdamaian permanen.

Salah satu poin krusial adalah keputusan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global. Sebelumnya, gangguan di jalur ini sempat memicu kekhawatiran pasar dan lonjakan risiko ekonomi global.

Selain itu, gencatan senjata ini juga dimaksudkan sebagai jembatan menuju negosiasi lanjutan. Kedua negara dijadwalkan melanjutkan pembicaraan guna membahas isu yang lebih luas, termasuk stabilitas kawasan dan keamanan jalur energi.

Meski demikian, baik Washington maupun Teheran sama-sama menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan akhir dari konflik. Risiko eskalasi tetap terbuka jika proses diplomasi tidak mencapai titik temu.

Tonton: BREAKING NEWS! PRESIDEN SAMPAIKAN ARAHAN KEBIJAKAN DI RAPAT KERJA KABINET

Adapun perincian proposal 10 poin Iran yang diminta kepada Amerika Serikat adalah sebagai berikut:

1. Amerika Serikat harus berkomitmen, secara prinsip, untuk menjamin tidak melakukan agresi.
2. Iran tetap menguasai Selat Hormuz.
3. Hak Iran untuk memperkaya uranium harus diakui.
4. Pencabutan seluruh sanksi primer.
5. Pencabutan seluruh sanksi sekunder.
6. Penghentian seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB.
7. Penghentian seluruh resolusi Dewan Gubernur IAEA.
8. Pembayaran kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan terhadap Iran.
9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan.
10. Penghentian perang di semua front, termasuk terhadap “perlawanan Islam heroik” di Lebanon.

Baca Juga: Kebangkrutan Perusahaan Jepang Naik Empat Tahun Berturut, Efek Konflik Timur Tengah

Dari sisi dampak, pasar global merespons positif. Harga minyak cenderung stabil, sementara sentimen investor membaik seiring meredanya kekhawatiran perang besar. Namun, para analis menilai kondisi ini masih rapuh karena bergantung pada kepatuhan kedua pihak terhadap kesepakatan.

Bagi Indonesia, perkembangan ini membawa angin segar. Stabilitas harga energi global berpotensi menjaga harga bahan bakar tetap terkendali dan menekan risiko inflasi. Meski begitu, pemerintah dan pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika lanjutan.

Secara keseluruhan, gencatan senjata ini memberi ruang jeda bagi dunia. Namun, tanpa kesepakatan jangka panjang, konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih menyisakan ketidakpastian yang dapat kembali memicu gejolak kapan saja.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×